Lompat ke isi

Halaman:SoenBangYanGie-07.pdf/42

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

- 520 -

dengen lepasken langka besar menoedjoe keloear dan berdjalan pergi dengen roepa anteng sekali.

Samentara itoe, Kie Kie bersama anak-anaknja koetika meliat Wan Tat soeda pergi djaoe, baroelah laorang brani memperliatken diri poela. Dalem mana, Kie Tang telah seselin pada sang enko, katanja

„Ja, inilah semoea ada Koko ampoența pikiran bagoes kepingin merampok nona penganten, tapi apa jang dirampok tiada bisa didapatken, sebaliknja malah menerbitken bintjana jang boekan-boekan. Dari doeloe, kaloe menoeroet akoe, perkara poetoesken perdjodoan, soeda abis, ja, soeda, perloe apa lagi moesti dipikir hal merampok pengan-ten. Na, sekarang apa dļadinja? Jang di-rampok hanja ada seorang biadab, sehingga membikin roesoe dalem roema, banjak orang dipoekoel koetjar-katjir, laginja kebanjakan begitoe paja seaken-aken stenga mati. Ja, njata sekali marikapoenja akalan ada berlipet-ganda lebi bagoes dari akalanmoe."

Itoelah melaenken soeda dasarnja nasib peroentoenganmoe jang djelek," membales Kie Kong, makanja kaoe tiada ada harepan boeat bisa perolehken nona penganten. Soedalah, nasi telah mendjadi boeboer, maoe