Dalam Negeri
300 Kijai siap membantoe Pemerintah Balatentera.
Pada tg. 26 Nopember (jl.) dipendopo kaboepaten Toeban telah dilangsoengkan pertemoean diantara k.l. 300 Kijai dari seloeroeh Ken, dipimpin oleh Kentyo jang menjatakan kegembiraan hatinja atas pendirian „MASJOEMI” di Djakarta.
Sesoedah itoe t. K. R. H. Fathoerrachman, Tyuuoo Sangi-In Giin berpidato, mengoepas keboeroekan politik perboedakan Belanda, tentang sikap jang kedji dari pemerintahan
Belanda terhadap Islam dan kaoem Moeslimin.
„Sebaliknja Dai Nippon jang selekas itoe menoendoekkan kekoeasaan Belanda, selekas itoe poela mengadakan perhoeboengan dengan Kijai² jang terkemoeka, dan jang achirnja memboektikan kesanggoepannja memperlindoengi Agama Islam,” kata pembitjara.
Selandjoetnja berbitjara K. M. H. M. Moestain, Penghoeloe Toeban, menerangkan hoekoem Islam tentang membela tanah air.
Diterangkan oleh pembitjara, bahwa oelama² jang terkemoeka di Toeban Ken telah sepakat, bahwa „membela tanah air dan agama itoe hoekoemnja wadjib.” {Domei).
Oetoesan-oetoesan dari Djawa ke Nippon tiba kembali di Djawa.
Oetoesan² dari Djawa ke Nippon terdiri dari t.t. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan K. H. Bagoes Hadikoesoemo, jang pada tgl. 3 Des. tiba
kembali di Djawa, pada hari itoe djoega moelai djam 2 sore telah memberikan keterangan kepada wartawan² Nippon, Indonesia dan Tionghoa, bertempat disalah satoe roeangan gedong Tyuuoo Sangi-In.(Domei).
Seorang toean Hadji jang insaf, menjokong fonds perang ƒ 1000.—.
Baroe² ini dikantor Pekalongan Syuutyoo datang seorang t. Hadji jang tidak soeka dioemoemkan namanja, oentoek menjerahkan oeang
sokongan ƒ 1000.― kepada fonds peperangan Asia Timoer Raja. Antara lain² t. Hadji tsb. menerangkan, bahwa selama ini Pemerintah Dai Nippon telah banjak berboeat kebaikan jang menjenangkan. Oleh karena itoe beliau merasa wadjib bekerdja bersama-sama Pemerintah dan menjokong peperangan soetji ini, Atas keinsafan toean Hadji terseboet, Pekalongan Syuutyokan menjatakan kegirangan hatinja. (Domei).
Anggauta Fudjinkai giat mempeladjari Agama Islam.
Fudjin Kai Soempioeh jang baroe² ini selainnja giat memberi pertolongan kepada orang² jang sengsara, dan pertolongan pertama pada ketjelakaan, djoega para anggautanja
sangat giat mempeladjari Agama Islam. Tiap² hari Djoem’at mereka mempeladjari Agama Islam bertempat disekolah Moehammadijah, dibawah pimpinan Kijai Dasti.
'Alim-’Oelama dan pendjagaan bahaja oedara.
Dikantor Bogor Gun telah dilangsoengkan pertemoean antara para ’Alim-’Oelama, para Guntyo seloeroeh Bogor Ken dan Si dengan pihak
Balatentera. Hadir djoega Pemimpin Bogor Syuu Rengo Seinendan, Sityo, Kentyo, Fuku Kentjo dan anggauta² Syuu Sangi-Kai jang ada di Bogor. Dalam pertemoean itoe diroendingkan hal-hal jang berkenaan dengan pendjagaan bahaja oedara serta hal² jang haroes dikerdjakan. (Domei).
Latihan anggauta Moehammadijah.
Pada permoelaan boelan Moeharram j.a.d. {achir Desember) perhimpoenan Moehammadijah akan mengadakan latihan oentoek anggauta²nja. Koerang lebih 120 tjabang dari seloeroeh Diawa dan Madoera masing-masing akan mengirim 3 oetoesan. Latihan bertempat di Jogjakarta.
Lamanja latihan 4 hari dan akan mengadjarkan tjara bekerdja. Selain dari itoepoen akan diadakan permoesjawaratan oentoek membitjarakan
soal pembaharoean keanggautaan, pendielasan anggaran dasar, pembaharoean konsoel daerah serta membitjarakan kongres j.a.d. (Domei).
Pertemoean para ’Oelama.
Pada hari Kemis jang laloe di Serang dengan bertempat digedoeng Pertemoean telah diadakan pertemoean antara Pangreh Pradja dengan para ’Oelama, jang dihadiri oleh kira-kira 60 orang ’Oelama jang terkemoeka.
Dalam pertemoean ini telah dibitjarakan tentang pembelaan tanah air dan pertanian.
Pertemoean itoe berlakoe 3 djam lamania dan setelah itoe para hadirin didjamoe dahar dan diberi ongkos oentoek poelang.
Hidangan dahar dan ongkos djalan itoe adalah hadiah dari P. T. Banten Syuutyookan.
ƒ 1000.— oentoek Barisan Soekarela.
Toean² dokter Soekiman dan M. Djajasoekarso di Jogjakarta baroe² ini menjokong masing² ƒ 500.— kepada Barisan Soekarela Tentera Pembela Tanah Air. (Domei).
Ma’loemat Pengoeroes Besar Nahdatoel ’Oelama.
Berhoeboeng dengan diizinkannja Nahdatoel ’Oelama berdiri teroes oleh jang berwadjib, Pengoeroes Besar Nahdatoel 'Oelama menjeroekan
kepada segenap Konsoel-konsoel Pengoeroes Besar Nahdatoel ’Oelama dan Ketoea Tjabang-tjabang N. O. sebagai berikoet:
1. Konsoel² P. B..N. 0., diharap selekas moengkin datang menghadap kepada P. t. Syuutyookan didalam daerah. Syuu-nja masing², goena minta izin berdjalannja N. O. didalam daerah Syuu-nja, dengan membawa soerat toeroenan Perizinan N. O. dari P. J. M. Gunseikan di Djakarta.
2. Djika N. O. didalam daerah Syuu masing² telah diperkenankan berdjalan, hendaknja selekas moengkin memberitakan kepada Ketoea
Tjabang² didalam daerahnja.
3. Ketoea Tjabang² N. O. hendaknja memadjoekan soerat permohonan izin kepada jang berwadjib didalam daerahnja (didalam Si, kepada P. t. Kepala Polisi Oemoem, dan di Ken, P. t. Kentyo).
4. Soerat permohonan izin, soepaja disertai djoega Soesoenan Pengoeroes Tjabang dan dilampiri poela soerat toeroenan perizinan N. O. dari P. J. M. Gunseikan Djakarta.
5. Diharap kepada segenap Tjabang² N.O., soepaja berichtiar, sedapat moengkin pada besoek 1 Moeharram 1363 Nahdatoel Oelama soedah dapat mengerdjakan kewadjibannja. (Domei).
Seorang anggauta Keibodan jang berdjasa. Pada tg. 8/12 disaksikan oleh Pembesar² Pemerintah Balatentera Dai Nippon dan 4.000 pendoedoek, Bodjonegoro Syuu Keisatubutyo atas nama Bodjonegoro Syuutyookan menjerahkan soerat poedjian, sedjoemlah oeang dan tanda djasa kepada Fadlan, seorang anggauta Keibodan di Ngimbang, Lamongan, atas djasanja membongkar soeatoe oeroesan jang penting. (Domei).
Permintaan mendjadi tjabang Moehammadijah dari Halmahera Menoeroet keterangan jang diperoleh Pengoeroes Besar Moehammadijah di
Jogjakarta, perkoempoelan Agama Islam „Penjedar” di Weda, Halmahera, memadjoekan permintaan kepada Pengoeroes Besar Moehammadijah, soepaja „Penjedar” diakoei sah sebagai tjabang „Moehammadijah”. Sjarat²nja boeat mendjadi tjabang soedah mentjoekoepi. „Penjedar” soedah mempoenjai anggauta 174 laki-laki dan perempoean, sedang jang djadi ketoeanja t. M. S. Alting, Weda Guntyo. Perkoempoelan ini soedah mempoenjai djoega doea madrasah.
Permintaan „Penjedar” ini oleh P.B.Moehammadijah kini sedang dipertimbangkan. (Domei).
Bamboetan atas „Andjoeran dan pengharapan MASJOEMI”.
1. Dalam 9 Ku, daerah Rambipoedji Son {Djember) pada Hari Raja Koerban 10 Hadjdji 1362 (8 Desember 2603) telah bersatoe di mesdjid Djami’ Rambipoedji, kaoem Moeslimin mendjalankan andjoeran dan pengharapan Masjoemi, ja’ni Sembahjang ‘Id Adlha kemoedian dibatjakan do’a oentoek kemenangan achir.
2. Demikian djoega dilakoekan di mesdjid Djami’ Tegalsari Son, dikepalai oleh t. Rd. Timi Zainoelabidin, Chalifah-Naib, sedang jang hadir tidak koerang dari 500 orang.
Djakarta, 13-12-2603.