Lompat ke isi

Halaman:Soeara Moeslimin - 15-12-1943.pdf/12

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

AGAMA ISLAM

APAKAH JANG SANGAT

TERPENTING DIDALAM AGAMA ISLAM?

Oleh: K. H. M. MANSOER

  Sebeloem menentoekan djawab atas pertanjaan jang diatas ini, perloe rasanja didjelaskan lebih doeloe, tentang arti perkataan AGAMA dan perkataan ISLAM.
  Agama: adalah pertoendjoek Toehan Allah jang didjelaskan oleh RasoelNja dalam lima hal:

1. Djika pertoendjoek itoe mengenai dan bersangkoet-paoet dengan ‘Ibadat, maka bentoek tjaranja dan waktoenja, ditentoekan oleh Allah dan RasoelNja, kita tiada diperkenankan menambah atau mengoeranginja.

2. Djika pertoendjoek itoe mengenai akan peri kehidoepan dalam masjarakat, maka diterangkan pokoknja sadja. Adapoen ranting-rantingnja diserahkan kepada kita dengan jang selaras menoeroet masa dan pergaoelan.

3. Djika pertoendjoek itoe mengenai benda, maka diterangkan akan hikmat-hikmat jang tersemboenji didalamnja.

4. Dijika pertoendjoek itoe mengenai riwajat-riwajat, maka diperintahNja kita mengambil tauladan.

5. Djika pertoendjoek itoe mengenai kepada kedoeniaan, maka diserahkan kepada kita, asal diambilnja jang bergoena dan didjaoehi jang berbahaja.

  Demikianlah arti Agama dalam lima hal.
  Adapoen arti Islam; ialah: menjerah kepada pertoendjoek² tahadi.
  Jadi Agama Islam, ialah: Penjerahan sesoeatoe manoesia akan pertoendjoek² Toehan jg. didjelaskan oleh RasoelNja.
  Sesoedah djelas apa jang terseboet diatas, maka marilah kita mengoepas akan pertanjaan

jang dikemoekakan diatas.

  Dalam penjelidikan jang teliti dan saksama, maka terdjoempalah: bahwa jang amat terpenting dalam Agama Islam, ialah Salat (Sembahjang).
  Memang njata! Pekerdjaan sembahjang adalah sangat beratnja, ketjoeali bagi orang jg. choesjoe’ toendoek dan menjerah.
  Sembahjang adalah latihan toeboeh dan djiwa. Toeboeh haroes bergerak jang tentoe dalam waktoe-waktoe jang tentoe, sesoedah toeboeh dibersihkan dari segala kekotoran dan barang jang nadjis, agar soepaja bersih dan soetji dari benda² jang djahat dan koetoe² jang

berbahaja. Dengan sjarat choesjoe’, maka djiwa terlatih dengan ketenangan akan menempoeh peri kehidoepan dengan semangat jang tegoeh dan kokoh.

  Choesjoe’, ialah ingat, toendoek serta merasa dan dirasakan mempoenjai kejakinan jang

ia berdiri dihadapan Toehannja, berbitjara dengan Toehannja, serta berdjandji akan mendjalankan perintah²Nja dan mendjaoehi akan tegahanNja.

  Demikianlah latihan sampai lima kali dalam satoe hari, soepaja ia senantiasa ingat akan

kewadjiban toeboehnja dan rochnja. Kemoedian, toemboeh semangat: berdjoeang dengan tenaga jang koeat dan kokoh akan mentjapai dan memperoleh kehormatan Doenia dan Achirat.

  Didalam  pergaoelan kita para manoesia telah terboekti, bahwa apabila dipanggil menghadap kepada Pembesar dan akan diadjak berbitjara, soedah tentoe ia merasa gembira dan bangga, dan ingin sekali soepaja lama-lama pembitjaraannja,

sebab jang demikian itoe menoendjoekkan akan senang dan ridhonja Pembesar tahadi.

  Demikianlah, sembahjang bagi orang jang choesjoe’, merasa ia menghadap Toehannja dan

berbitjara dihadrat-Nja.

  Orang jang bersembahjang, masoek dalam garis orang jang beragama Islam; djadi orang itoe beragama Islam.
  Akan tetapi kalau tjoema hanja mementingkan bentoek dan tjaranja sahadja, kemoedian soedah merasa meloenaskan kewadjibannja, soedah tentoe tidak berboeah didalam boedi dan bathinnja, akan menoentoet kehormatan Doenia Achirat.
  Oleh karena itoe tiap-tiap bersembahjang haroeslah dengan choesjoe’, sechoesjoe’-choesjoe’nja.
  Sesoenggoehnja menang dan bahagialah orang jang Moekmin jang choesjoe dalam sembahjangnja.
  Ringkasnja djawab pertanjaan tahadi, ialah:

SEMBAHJANG DENGAN CHOESJOE’.


――――――――――――――――――――――――――――――――――――――――――

gala pekerdjaan ’amal oesaha jang baik, berpaedah dan bakti agar nama atau sji’ar Islam bertambah-tambah adanja.

  Lagi sabda Rasoeloe’llah s.a.w., maksoednja sebagai berikoet:
  „Islam itoe bersih, maka oleh sebab itoe haroeslah kamoe djaga kebersihan itoe, karena tidak dapat masoek ketaman Sjoerga, ketjoeali mereka jang membersihkannja.” (R. Dailamy).
  Teranglah bagi kita sekalian, bahwa sesoenggoehnja kita mempoenjai kewadjiban mendjaga dan memelihara Agama Islam itoe soepaja selamanja bersih dari segala noda.
  Kalau kita dapat mendjaga kebersihan dan sanggoep membersihkannja, maka djiwa raga

kita poen akan toeroet dibesihi, sehingga tiap-tiap kita mempoenjai djiwa raga jang soetji.

  Sebaliknja apabila kita tak dapat mendjaga dan memeliharanja ataupoen tak sanggoep membersihkannja, maka soedah barang tentoe djiwa raga kita mengandoeng kekotoran jang

mesti dibasmi sampai keakar-akarnja.

  Sekianlah, gambaran Tata ’Amal dalam menoetoep perhitoengan segala peri lakoe jang

telah kita laksanakan. Sebaik-baiknja perhitoengan Tata ’Amal kita itoe menoendjoekkan „Amal Kebaikan” jang sebanjak-banjaknja. Moedah-moedahan kita dalam keredhoin Allah.