Halaman:Siti Kalasun.pdf/56

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

 Tidak salah ibu mengandung
 Salah di anak buruk pinta.

 Orang Padang mandi ke gurun
 Mandi digosok buah pala;
 Hari petang matahari turun
 Dagang baurai air mata.

 Singkarang kotonyo tinggi
 Simantung mendadai dulang;
 Awan bararak ditangisi
 Teringat kampung di rantau orang.

Berkata si Malin Saidi, “Pokok berangsur habis juga, kalau habis modal kita, kemana kita akan meminjam?”

Menjawab Sutan Sari Alam, “Saya mendengar dari orang, bahwa orang Cina mencari orang, untuk kerja menjadi tukang roti,elok diminta ke situ, tukang roti di Kesawan, di sebelah Cino tukang gigi, elok kita berjalan ke sana.”

Mendengar kata Sari Alam, menjawab si Malin Saidi, “Kalau begitu kata si Alam, elok bersegera kita ke situ, daripada didahului orang lain.

Sudah sepakat keduanya, berjalan bergegas-gegas berjalan lurus ke Kesawan, dilihat ke kananke kiri, kelihatan merek tukang roti, di sebelah tukang gigi, keduanya masuk ke dalam, tampak orang Cina gendut, dari jauh sudah memberi hormat.

“Manalah Incek tukang roti, berikan kami pekerjaan, apa pekerjaan kami tidak memantang, asalkan perut terisi,” kata si Sari Alam.

Tergelak orang Cina itu, “Kalau mau bekerja, dibawa terus ke dalam,” langsung berjalan ke dalam, bertemu dengan orang,nan sedang memanggang roti, tempatnya lebar panjang ke dalam, banyak orang bekerja, bermacam-macam nan dikerjakan orang.

45