Lompat ke isi

Halaman:Siotjia kepala batoe.pdf/22

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

. . . . . . . TAPI ORANG TOEWANJA TIDA PENOEDJOE.

tingkah lakoe keliatannja berobah djoega. Di waktoe doeloean ia biasa glandangan sendirian, sekarang ia moesti hadepin ajahnja jang minta ia-poenja penglajanan, dan dengen tida merasa lagi ia-poenja sifat jang lebi baek moentjoel. Perhoeboengan antara itoe gadis dengen orang toewanja djadi lebi baek, kerna sekarang sang ajah menaro perhatian pada poetrinja dan meminta perhatiannja Hoei-nio. Seringkalih Tjoe-bing sendiri adjak Hoei-nio pergi menonton bioscoop atawa laen-laen pertoendjoekkan. Tentoe sadja Hoei-nio tida menolak, tapi Tjoe-bing berboeat bagitoe boekan sekali-kali kerna ia soeka tontonan, tapi meloeloe boeat halangin Hoei-nio pergi menonton sendirian. Ia koeatir dari roemah itoe gadis brangkat sendiri, tapi di tengah djalan katemoe penganter jang ia, Tjoe-bing, sendiri tida ingin liat.

Pelahan dengen pelahan dan sadikit dengen sadikit keliatan terdjadi dengen perobahan pada dirinja Hoei-nio dan dengen girang Tjoe-bing dan istrinja mendapet kenjataän, bahoea Hoei-nio poenja adat toch masi bisa dirobah. Marika teroes menaro perhatian sepenoehnja, maskipoen itoe hal ada meminta marika poenja pikiran dan tenaga jang boekan ketjil. Tapi lantaran mengandoeng pengharepan, jang satoe kalih marika bisa bikin Hoei-nio djadi satoe poetri jang „dengar kata,” lantaran tersoeroeng dengen pengrasaän tjinta sajang boeat marika poenja anak jang tjoema satoenja, marika tida kenal tjape dan selaloe tjari pikiran boeat halangin Hoei-nio poenja segala tindakan jang marika anggep tida bagoes. Bagitoelah pelahan dengen pelahan Hoei-nio djadi biasa lagi djikaloe pergi dari roemahnja dengen dianter oleh ia-poenja iboe. Ia tida merasa djengkel lagi djikaloe pergi menonton, dengen dianter oleh ia-poenja ajah, sedeng doeloean ia merasa kamerdikaännja dikoerangi, djikaloe ia dilarang pergi menonton sendirian. Tapi memang djoega ada satoe perbedaän besar antara larangan boeat pergi menonton sendirian dan dianter menonton, antara dilarang pergi dan dianter pergi. Satoe larangan membikin Hoei-nio djadi lebi berkepala batoe, tapi djikaloe ia bilang hendak pergi ka satoe tempat dan iboenja bilang hendak mengikoet, ia sendiri merasa berat boeat menolak. Dengen goenaken akal-akal aloes, baek Tjoe-bing maoepoen istrinja bisa bikin itoe gadis maoe lebi perhatiken oeroesan roemah tangga. Bagitoelah Tjoe-bing jang biasanja berlakoe sanget saderhana sekarang djadi „aleman.” Ini perkataän ada dari Hoei-nio sendiri jang sekarang moesti temanin ajahnja. Di waktoe bersantap Tjoe-bing ingin Hoei-nio ada bersama-sama dan

36

37