LAMARAN JANG DITOLAK.
sabetoelnja tida penoedjoe padanja, kerna akoe anggep ia boekan pantesnja djadi kaoe-poenja pasangan. Orang lelaki jang poenja ratoesan riboe roepia baroelah aken bisa menjoekoepin segala permintaännja dan bisa lajanin ia-poenja tjara menoentoet pengidoepan. Tapi kaoe, Oen-liang, perloe dengen satoe istri jang bisa mengoeroes kaoe-poenja roemah tangga diwaktoe kaoe moesti bekerdja keras boeat bisa dapet pengidoepan jang pantes. Kaoe moesti mempoenjai satoe penoendjang, satoe pembantoe jang bisa membri bantoean dan hiboeran pada kaoe, boekan satoe istri jang saban sore menoenggoe kaoe-poenja kedatengan boeat prentah kaoe kaloearken oewang boeat segala plesiran jang tida bergoena, boekan satoe istri jang tida betah di roemah jang kaoe moesti dapet.”
Oen-liang tida kata apa-apa. Ia mengelah napas beroelang-oelang.
„Bilanglah kaoe tida terlaloe djengkel, Oen-liang,” kata poela sang iboe dengen soeara memboedjoek, „djikaloe kaoe maoe, akoe nanti lantes serep-serepin dimana ada gadis jang dirasa bisa bikin kaoe djadi beroentoeng.”
„Akoe menjesal memang menjesal iboe,” djawab Oen-liang, "tapi akoe kasi kepastian, sabisanja akoe aken loepaken padanja. Tapi ada lebi baek kaoe djangan kesoesoe tjari gadis laen, toenggoelah sampe akoe-poenja pikiran djadi tetap, kerna kaoe tentoe mengarti, jang itoe penolakan membikin akoe djadi tida karoean pengrasaän.”
Njonja Tjin-koei gojang-gojang kepala dan memandang pada poetranja dengen pengrasaän kasian . . . . . . .
| Sebuah gambar seharusnya muncul pada posisi ini dalam naskah. Untuk menggunakan keseluruhan pindaian halaman sebagai penampung, sunting halaman ini dan ganti "{{gambar hilang}}" dengan "{{raw image|Siotjia kepala batoe.pdf/14}}". Sebaliknya, jika Anda mampu untuk menyediakan gambarnya, maka lakukanlah. Untuk panduan, lihat Wikisource:Pedoman gambar dan Bantuan:Menambah gambar. |
„Boelan Poernama” No. 18.
20
21