Lompat ke isi

Halaman:Siauw Ngo Gie 03.pdf/71

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
— 228 —

Tji Liang lantas mendjoera pada itoe kapala orang kebiri.

„Akoe poenja tiga sendjata resia soeda menantjap di atas itoe papan boelan-boelan,” kata ia. „Harep sadja Tjongkwan soeka pergi njataken sendiri.”

Itoe kapala orang kebiri lantas pergi menghampiri dan tengok itoe papan boelan-boelan, betoel sadja itoe doewa sioetjhie dan satoe notjhie manantjep di tengah-tengah itoe tiga tanda merah. Hal mana soeda membikin Tan Lim mendjadi sangat heran, sebab menoeroet iapoenja pengliatan, Tji Liang sama-sekali tida menembak ka djoeroesan itoe papan boelan-boelan. Maka itoe waktoe ia lantas hatoerken pada baginda keizer atas apa jang soeda terdjadi. Tatkala baginda keizer njataken sendiri betoel sadja kelihatan ada doewa barang pandjang dan satoe pendek, jang menantjap di tengah-tengahnja itoe tiga tanda merah. Soeda tentoe sadja baginda keizer mendjadi sanget girang dan tida abis­nja memoedji.

„Itoelah ada sendjata-sendjata resia jang bagoes dan aneh,” kata Song Djin Tjong. „Sendjata resia jang samatjem itoe, boleh dibilang dari doeloe hingga sekarang djarang ada terdapat.”

Sahabisnja berkata kombali baginda keizer melihat itoe daftar nama. Koetika ia melihat namanja Han Thian Kim maka ia menengok nama gelaran Pek-kek-koei (jang berarti setan gledek), lantas memandang ka djoeroesannja itoe orang. Si goblok itoe tidak menoenggoe lagi prentah, lantas sadja berbangkit mengoesoet-ngoesoet peroet dan dada, sedeng iapoenya kadoewa mata di'intjarken pada baginda keizer. Hal mana soeda membikin Tan Lim djadi sangat terkedjeot dan toeboenja djadi bergoemeteran. Dengen tjepet ia menghampiri dan pegang badannja Han Thian Kim serta soeroe ia mendjoera lagi sabagimana tadi.

„Akoe mesti poenja pegel moesti mendjoera teroes-meneroes bagitoe roepa,” kata Han Thian Kim.

„Tida perdoeli, kaoe moesti mendjoera teroes,” menjentak itoe kapala orang kebiri.