Tjhio Peng samboeti itoe soerat dan sa’at itoe djoega ia djadi melengak, sebab dalem pikirannja ada berklebat apa-apa.
- „Tjlaka!” berseroeh ia, „banjakan tentoe ia maboe lagi.”
Sembari berkata begitoe sembari batja boeninja itoe soerat, ternjata Hoan-kang-tie poenja doegahan tidak kilroe, sebab begini boeninja:
- „Soerat dihatoerken ka hadapan Tjhio Sieko,
- Makanja akoe tinggal lamahan di Khay-hong-hoe, perloe-nja boeat menilik pada itoe doewa soedara Heng; sekarang kaoe orang semoea soeda pada dateng, dengan begitoe akoe poenja kawadjiban soeda boleh dilepaskan. Sampe lian hari kita orang bertemoe kembali.
Hormatkoe.
(terteekend) Tie Hoa.”
Tjhio Peng sahabisnja membatja lantas membanting kaki sembari mengelah napas.
„Tie hiantee poenja perboewatan sasoengoenja aneh sekali,” kata ia.
Apa boleh boewat ia bersama Tjong Hiong, Ie Sia dan Ie Gie menoedjoe ka gredja Tay Siang Kók, sasampainja ia mengadep lagi pada Gan Sin Bin dan toetoerken apa jang baroesan telah terdjadi, kemoedian ia hatoerken itoe soeratnja Tie Hoa. Gan Sin Bin setelah membatja poen lantas mengelah napas. Semoea orang jang berada di sitoe djoega pada toeroet mengelah napas.
Gan Sin Bin prentah Coei Tjiang menoelis satoe rapport persediahan boewat besok mengadep pada baginda kaisar. Namanja semoea orang ada diseboet dalem itoe rapport, di antaranja, Loew Hong, Tji Kheng dan Tjhio Peng itoe di-brenti dari dari djabatanja, hal mana ada ditoelis terang djoega dalem itoe rapport. Gan Sin Bin preksa kembali itoe rapport jang ditoelis oleh ia poenja secretaris, ternjata ada betoel dan beres.
Esokan pagiña djam tiga Gan Sin Bin memakai ia poenja pakaian kebesaran dan menoedjoe ka kraton dan ia toeroen dari djoelinja menoedjoe di kamar tempat menengoeloe.