Lompat ke isi

Halaman:Siauw Ngo Gie 01.pdf/70

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
— 69 —

Tapi, terlebih doeloe ia maoe tjoba tjoba itoe doewa pendjahat ada mempoenjai kapandean jang brapa tingginja, maka ia lantas timpoek Heng Djoe Houw sama satoe Hoei-hong-sek, dan dari marika itoe poenja pembitjarahan, ia lantas mendapat taoe itoe doewa pendjahat tida mempoenjai ilmoe kapandean tinggi. Blakangan ia lantas „ambil“ iaorang poenja oewang saratoes tael perak boewat onkost di perdjalanan.

Di perdjalanan ka Pak-khia, kombali ada terdjadi itoe perkara Pwee Houw, si Kate, dan ia djoegalah jang soeda kasi persen Pwee Houw satoe Hoei-hong-sek, koetika itoe orang kate lagi mengoeber-ngoeber itoe doewa soedara Heng. Sebab iapoenja pikiran ada berlaenan sama Tie Hoa. Ia koewatir itoe candidaat pemboenoeh binasa di tangannja Pwee Houw, kerna djika kedjadian begitoe, ia tida aken bisa oedjoek ilmoe kepandeannja di hadepan Pauw Kong.

Pada sasoeda menoeloengin itoe doewa candidaat pemboenoch, ia teroes mengoentit dengen semboeni. Itoe waktoe ia soeda taoe, bahoewa Tie Hoa ada orang jang meoe menangkep itoe doewa pendjahat, bila iaorang lagi maoe melakoeken pakerdjahannja; tapi sebaliknja Hek-ho-lie tida dapet liat padanja.

Itoe waktoe Kok In Hoei menjekel betis kakinja itoe pendjahat dan bikin orang itoe djato kasoempet ka moeka boemi, tapi iapoenja tjekelan teroes menjekel dengen keras, biar poen orang jang ditjekel berontak-rontak dengen keras sembari boelak-balik mengglisahan.

„Panggang roti, balik-balik roti jang dipanggang!“ begitoelah beroelang-oelang ia berkata dengen teroes menjekel keras pada itoe pendjahat.