ada doewa, sedang ia tjoema sendirian, lagian ia tida bisa malepasken sendjata resia. Djika ia bisa, tentoe lebih doeloe ia roeboehken jang sa- toe, tinggal satoe ada gampang diperlakoekennja. Oepamanja ia tjoema bisa menangkep jang satoe, sedang jang laennja merat, itoelah tida bagoes. Sekarang terpaksa ia moesti tangkep doeloe jang di sabelah Timoer, sebab letaknja ada lebih deketan, kamoedian baroe kasi bagian pada jang satoe lagi.
Sasoedanja berpikir tetap. Tie Hoa lantas toeroen dari itoe poehoen, sedang itoe candidaat pemboenoeh jang di sabelah Timoer ada Heng Djoe Liong, jang djoestroe mendekam di genteng bagian depan roemah jang terletak di itoe djoeroesan. Tie Hoa lantas mengintip ka atas woewoengan roemah terseboet, ia liat itoe pendjahat lagi mengawasi ka dalem kamar-boekoenja Pauw Kong sembari mendekem dan bengong. Mendadak di atas woewoengan roemah jang di sabelah Barat ada menongol saorang laen, jang membikin Tie Hca djadi sangat terprandjat. Sebab ia kiraken itoe orang poen ada kawannja itoe doewa pendjahat.
Lantaran takoet kaliatan, Tie Hoa boeroe-boeroe bongkokin badannja boewat mengoempat; tapi ternjata sabalıknja itoe orang sendiri tida koewatir diliat oleh Tie Hoa. Sebab itoe waktoe Tie Hoa liat is gerakin kadoewa tangannja, lebih doeloe ia itoe menoendjoek pada Tie Hoa, kamoedian ia menoendjoek dizinja sendiri dan lantas oendjoek doewa djeridjinja, blakangan kombali rangkepken kadoewa tangannja dan mengoendjoek ka djoeroesan kakinja itoe pemboenoeh jang di dekatnja dan djoega jang di depan The Hoa.