Lompat ke isi

Halaman:Siauw Ngo Gie 01.pdf/29

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
— 28 —

djaoe, kombali Lie Thian Siang panggil marika itoe dan dipesen lagi dengen poma-poma bahoewa iaorang haroes berlakoe dengen hati-hati, soepaja itoe perkara berhasil.

Itoe waktoe Tie Hoa pikir lebih baek ia balik poelang ka iapoenja tempat penginepan, sebab ia soeda dapetken apa jang ia ingin tade, tapi mendadak ia liat di kertasnja djendela sabelah depan jang poetih seperti saldoe, djoega, ada terdapat satoe lobang ketjil, hal ini soeda bikin ia terprandjat. Kerna orang jang soeka berdjalan malem, selamanja taoe bagimana tjaranja orang-orang dari iapoenja golongan.

Dengen meliat itoe lobang ketjil di atas itoe kertas djendela depan, Tie Hoa lantas mengatahoei, bahoewa di sana ada soeatoe orang jang berilmoe tinggi, jang djoestroe mengintip sabagimana djoega ia sendiri ada berboewat. Maka ia lantas bongkokin badannja dan kaloewarken iapoenja ilmoe kapandean berdjalan malem, menoedjoe ka djoeroesan Barat dengen melompati satoe pagar tembok.

Dalem sa'at itoe djoega ia denger soewaranja Heng Djoe Houw jang berseroeh: ,,Aja !" Dan berbareng dengen itoe ia liat ada satoe bajangan itam jang berklebat ka djoeroesan Selatan-barat. Tapi koetika ia tjari dengen terliti, itoe bajangan soeda djadi linjap dan tida bisa kaliatan lagi. Hal ini bikin Tie Hoa heran dan tida bisa mengarti.

„Siapatah orang itoe ?“ menanja ia pada diri sendiri. „lapoenja gerakan badan ada begitoe gesit dan tjepat, kepandeannja boleh dibilang ada lebih tinggi sapoeloeh kali dari akoe !“

Bermoela ia berniat boewat menjoesoel, tapi lantaran ia tida taoe ka mana ia moesti menjoe-