Halaman:Si Umbut Muda.pdf/72

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

Mendengar kata jang demikian — tertjengang orangnan banjak. Berkata bapak si Gelang: „O bujung! nantilah dahulu — bujung djangan turun lekas — nantikan helat sampai habis — minum makan kita dahulu!”

Mendjawab si Umbut Muda: „Kalau itu bapak katakan — benar pula itu bapak: akan tetapi hanya sedikit — terniat ternazar dihati hamba — hamba akan berdjalan djauh — hamba akan balik mengadji. Bapak lepaslah dahulu — lepaslah dengan suka hati:

Sikudjur berladang kapas,
kembanglah bunga perautan.
Djika mudjur ibu melepas,
bagai ajam pulang kepautan.”

Mendengar kata demikian — keluarlah Puteri Gelang Banjak — berkata sambil menangis: „O tuan, tuan Umbut Muda — apa nan merasa dihati — apa nan bersalahan dimata — maka tuan hendak berdjalan? Tjoba katakan pada hamba!”

Mendjawab si Umbut Muda:

„Putus berdenting tali rebab,
diimpit tanah berderai.
Adik djangan menanja sebab,
untung nan membawa sangsai.

Dengarkan sekali lagi:

Berburu kepadang datar,
kenalah rusa belang kaki,

73