Halaman:Si Umbut Muda.pdf/24

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

Berkata ibu si Gelang:

„Berdjalan menempuh semak,
dipantjung kaki tjendawan.
Tidak telap dirantjungkan damak.
terbangnja menjisi awan.”

Mendjawab ibu si Umbut:

„Dipantjung kaki tjendawan,
beliung diatas atap.
Terbang djika menjisi awan,
nanti kesuluh dengan asap.”

Berkata ibu si Gelang:

„Beliung diatas atap,
kaju rukam hulu seraut.
Kalau 'kak suluh dengan asap,
unggas membenam masuk laut.”

Mendjawab ibu si Umbut:

„Kaju rukam hulu seraut,
gendang nan lima dalam buluk.
Unggas membenam masuk laut,
djala sutera mengerat sisik.”

Berkata ibu si Gelang:

„Gendang nan lima dalam bilik,
gendang orang Pekan Sabtu.
Djalan sutera mengerat sisik,
unggas lari kerongga batu.”

Mendjawab ibu si Umbut:

„Gendang orang Pekan Sabtu,
empelas didalam padi.
Unggas lari kerongga batu,
kuremas tuba supaja mati.”

25