Lompat ke isi

Halaman:Si Nona Merah.pdf/92

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

90

TJILIK-ROMAN'S

Ang Hwa merasa lega kasasar di roemah orang jang baek-baek, maskipoen ia merasa geli dipanggil „njai”. Dalem keadaan gelap, pemoeda itoe mengira Ang Hwa ada saorang wanita priboemi.

Siapakah pamoeda ini?

Ia ada saorang Tionghoa dan bernama Ong Kong Liang.

Kong Liang di Tjimatjan mempoenjai kebon thee. tapi tida poenja fabriek. Thee ini saben hari dilever padą fabriek thee jang berdeketan, la tinggal sendirian dalem itoe desa. Doeloe ia ada mempoenjai toenangan, tapi pertoenangan ini dibatalken, lantaran satoe peristiwa jang tachajoel. Roemah jang hendak diboeat pesta perkawinannja tiba-tiba telah ambroek lantaran oedjan angin lebet dan ini dipandang oleh fihak toenangan prempoean sebagi alamat djelek, maka daripada di kamoedian hari mengalamken keonaran, maka siang-siang perdjodoan itoe dipoetoesken. Kong Liang jang tida pertjaja tachajoel dan terpeladjar merasa menjesel atas itoe poetoesan, tapi sebagi saorang djedjaka jang terhormat dan sopan ia tida brani mendesek dan djoega merasa tida perloe poenahken ketachajoelan itoe dengen seriboe matjem tjengli, sebab bagi jang pertjaja tachajoel, kejakinan itoe soedah beroerat-berakar jang tida dapet dibongkar dengen sekali goes.

Iboenja Kong Liang jang tinggal di Bogor beroe lang-oelang boedjoek sang poetra boeat lekas mentjari penggantinja, tapi Kong Liang jang „patah hati” selaloe membri alesan ini dan itoe boeat menolaknja.

Sang iboe satoe tempo menjambangin anaknja di Tjimatjan, tapi ia tida bisa berdiam lama, sebab hawa Tjimatjan terlaloe dingin boeat sang iboe jang sering dapet ganggoean rheumatiek,

Pada maleman Ang Hwa berlindoeng di garagenja