Lompat ke isi

Halaman:Si Nona Merah.pdf/83

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

SI NONA MERAH......

81

tjentengnja kasih adjar adat pada Ban Pwee, sampe Ban Pwee minta-minta ampoen seperti waktoe ia dilabrak oleh sinshe A Lioeng.

Tapi sebaliknja dari tobat boeat melakoeken perboeatan kedji, ia djadi sanget goesar pada Mina dan mengandoeng soeatoe pikiran djahat sekali, ialah ia maoe abisken djiwanja Mina, di mana sadja ia berpapasan sama itoe baboe.

Sjoekoer boeat Mina tida sampe berpapasan sama badjingan tengik itoe, kerna ia sasoedahnja kaloear dari roemahnja Pek Siong, ia menoedjoe ka S o e k a b o e m i.

Ia belon pernah dateng di kota dingin ini dan djalan separan-parannja. Ia merasa djalanan itoe makin lama makin sepi dan achirnja ia liat roemah jang penghabisan di itoe straat. Di depan tangkeban roemah itoe ia nampak saorang njonja toea dengen pake katja mata sedeng pilihin moete dan menghadepin pemidangan slof.

Mina laloe masoek di sitoe dan menanja: „Nja, permisi tanja, ini kampoeng apa?"

„Waroengtjermè, bi! Bibi dari mana? Soearanja kok laen sekali!"

„Ja, saja orang Soerabaia, saja maoe tjari pakerdjahan!"

„Sajang, bi, kliroe masoek! Saja idoep sendirian, dan laginja orang tjari makan dari bikin slop moete tida perloe pake boedjang."

„Saja tjoema minta noempang tinggal sadja boeat anak ini dan saja nanti bekerdja pada toean onderneming atawa siapa sadja!"

„Eh, anak siapa begini moengil......!" berkata njonja toea itoe laloe towel pipinja Ang Hwa.

„Anak ini piatoe, nja! Iboenja soedah mati!"

Doe-ilah karoenja teu-ing!" (Doe-ilah, kasian sekali) berseroe itoe njonja.