Lompat ke isi

Halaman:Si Nona Merah.pdf/115

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

SI NONA MERAH......

113

seperti adatnja orang Timoer ia mengelah napas dan menggrendeng: Ah, boekan djodonja, sih!”
Waktoe Ang Hwa hendak meninggalken Bogor... Piet jang roepanja masih inget hari berpisahan di waktoe masih anak-anak, telah trimaken pada Ang Hwa sekrandjang...... djamboe aer jang manis sekali, hingga Ang Hwa djadi ketawa geli.
Njonja Rame jang begitoe „djidji“ pada Ang Hwa koetika diparanin, tida maoe berdjoempah dengen alesan, ia sakit, tapi diam-diam ia mengintip dari sela-sela pintoe pada penganten baroe jang tjantik molek itoe, sembari timboel poela perasaan maloe atas perboeatannja doeloe hari.
Kong Liang atas permintaannja njonja Han dan Ban Lok pindah ka Soerabaia boeat oeroes peroesahan familie Han. Sebelon meninggalken Preangan, Ang Hwa „berziarah“ ka koeboeran ajahnja di Pasirtjabe (Pasirhajam), saperdjalanan satoe halte dari Tjiandjoer, dimana ia sembari menjirem kembang, ia poen mengaloearken aer mata sebagi orang prempoean jang lemah lemboet pranginja dan menjesel, bahoea ajahnja menoentoet pengidoepan jang sia-sia di alam doenia, padahal padanja Allah poen membri kesempetan boeat ia idoep sepatoetnja.

-- TAMMAT--


Si Nona Merah (page 115 crop)
Si Nona Merah (page 115 crop)


Terkenal di 'seloeroeh
INDONESIA!!!