Halaman ini tervalidasi
10
Si Malin Kundang berlajar kembali. Dekat Air Manis, lepas sedikit dari muara Batang Arau, bertiup angin topan. Malin Kundang sedang berdiri diatas geladak. Ia melihat ombak besar dan dahsjat bergulung2 menudju kapalnja. Angin bertiup dengan kentjangaja, se-akan2 marah karena kelakuan si Malin Kundang.
Sekarang baru ia ingat ibunja. Pada saat itu ia insjaf bagaimana djahatnja. ia memperlakukan ibunja. Tuhan akan menghukumnja. Dengan ketakutan Malin Kundang berlutut dan berkata: "Ibu, ibu, ampunilah aku. Aku telah berdosa!" Tetapi ibunja djauh. Ia tak mendengar rintihan anaknja.
KOLEKTOR eBOOK