Halaman:Seri Pahlawan, Abdul Moeis; 1980.pdf/53

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


beredar, Abdul Moeis dianggap sebagai tokoh terkemuka dalam kesusasteraan Angkatan Tahun 20-an atau pra Pujangga Baru.

Sebenarnya isi buku itu agak berbeda dengan naskah aslinya. Perubahan itu terdapat di bagian akhir. Perubahan itu sengaja dilakukan oleh redaksi Balai Pustaka. Maksudnya ialah untuk menjaga nama baik bangsa Belanda. Bagian yang diubah itu ialah mengenai nasib Corry, si gadis Belanda. Dalam buku Salah Asuhan diceritakan Corry meninggal karena sakit setelah cintanya putus. Tetapi yang sebenarnya, ia meninggal karena bunuh diri setelah menjadi pelacur akibat kegagalan cintanya.

Dalam Salah Asuhan Moeis menggambarkan, bahwa antara golongan tua dengan golongan muda kadang-kadang terdapat salah faham. Golongan tua kurang memahami cita-cita golongan muda. Sebaliknya golongan muda sering pula kurang memahami maksud baik golongan tua.

Golongan muda ingin mencapai kemajuan. Cara yang mereka lakukan adakalanya tidak disetujui oleh golongan tua. Mereka menganggap bahwa cara-cara itu berlawanan dengan adat kebiasaan. Golongan tua takut melanggar kebiasaan yang sudah ada.

Abdul Moeis ingin agar antara golongan tua dengan golongan muda terdapat saling mengerti. Kepada anak-anak muda dianjurkannya agar menghormati yang tua-tua. Yang tua dihormati, yang kecil dikasihi, sesama besar seia sekata. Itulah yang hendak

51