Halaman:Seri Pahlawan, Abdul Moeis; 1980.pdf/47

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Tetapi sebenarnya ia tidak melepaskan pendiriannya. Ia ingin memperlihatkan, bahwa sebagai orang Indonesia ia dapat juga bertindak keras terhadap orang-orang Belanda.

Pada waktu itu di Garut banyak orang Belanda yang tidak mematuhi peraturan Pemerintah. Mereka tidak mau membayar pajak. Sewa listrik, air leiding, dan sebagainya sering tidak mereka bayar. Orang-orang seperti itulah yang menjadi sasaran Abdul Moeis, Ia bertindak tegas. Orang-orang itu dipaksanya supaya memenuhi kewajiban.

Akibatnya, Abdul Moeis dimusuh oleh dua pihak. Orang-orang Indonesia lawan politiknya, menuduh ia sudah berkhianat. Ia dituduh sudah menjilat kepada Pemerintah Belanda. Atasannya mencari alasan bahwa ia tidak sanggup menjalankan tugasnya. Semuanya itu diterimanya dengan dada lapang. Ia tidak marah kepada orang-orang Indonesia yang mengeritiknya. Begitu pula kepada atasannya, sebab ia tahu bahwa ia bekerja dengan baik.

Pada awal tahun 1939 Pemerintah Belanda mencabut hukuman Abdul Moeis. Ia dibebaskan. Keputusan itu diterimanya dengan senyum kemenangan. Ia bersyukur kepada Tuhan. Ia gembira sebab pada akhirnya perjuangannya berhasil juga.

45