Halaman:Seri Pahlawan, Abdul Moeis; 1980.pdf/33

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


Sebelum utusan itu berangkat, timbul perdebatan dalam Sarekat Islam. Abdul Moeis dan Tjokroaminoto dikritik dengan sangat tajam oleh kelompok Semaun. Kelompok itu tidak setuju dengan Indie Weerbaar. Waktu itu Semaun dan beberapa orang lain sudah terpengaruh oleh faham komunis.

Perjalanan ke Negeri Belanda itu merupakan pengalaman berharga bagi Abdul Moeis. Ia dan anggota yang lainnya dijamu oleh Ratu Wilhelmina. Mereka dibawa melihat-lihat gudang-gudang senjata. Tentu maksud Belanda ialah untuk mengatakan bahwa mereka cukup kuat. Karena itu mereka masih sanggup mempertahankan Indonesia dengan kekuatan sendiri. Tidak perlu meminta bantuan negara Iain. Tidak perlu pula rakyat Indonesia dilatih sebagai anggota militer. Rakyat Indonesia tidak perlu kawatir akan keselamatannya.

Waktu meninjau pangkalan udara, Abdul Moeis ditawarkan apakah ia berani naik pesawat terbang. Moeis yang sejak kecil memang terkenal berani itu, tidak menolak. Tawaran itu diterimanya dengan tidak ragu-ragu.

Pada waktu itulah untuk pertama kalinya ia naik pesawat terbang. Peristiwa itu sangat berkesan di hati Abdul Moeis. Pikirannya tambah terbuka. Ia berpikir bahwa bangsa Indonesia perlu meniru kemajuan teknik dunia Barat, agar maju pula di bidang teknik. Kalau tidak demikian, maka bangsa Indonesia selalu akan ketinggalan.

31