Halaman:Seri Pahlawan, Abdul Moeis; 1980.pdf/27

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


pidato-pidatonya Moeis menganjurkan agar rakyat berjuang untuk mencapai Indonesia Merdeka.

Selain menjadi anggota Sarekat Islam, Abdul Moeis juga menjadi anggota Indische Partij. Waktu itu orang boleh saja memasuki lebih dari satu partai. Indische Partij dipimpin oleh Douwes Dekker, dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Surat kabar De Express adalah milik partai tersebut. Abdul Moeis sudah sering menulis dalam De Express. Sekarang ia menjadi anggota pula dari Indische Partij. Maka pimpinan De Express mengangkat Abdul Moeis menjadi anggota staf redaksi. Dalam karangan-karangannya ia memakai nama A.M. Orang sudah tahu bahwa A.M. itu adalah kependekan Abdul Moeis.

Dalam tahun 1913 terjadi sebuah peristiwa yang menggemparkan. Pemerintah Belanda bermaksud untuk memperingati 100 tahun bebasnya Negeri Belanda dari penjajahan Prancis. Negeri Belanda dijajah Prancis sewaktu Prancis diperintah oleh Napoleon Bonaparte. Barulah dalam tahun 1813 Negeri Belanda merdeka kembali. Peringatan itu akan dirayakan secara besar-besaran pada tanggal 13 November 1913. Pada waktu itu semangat rakyat Indonesia sedang bangkit bergelora untuk menuntut kemerdekaan.

Tokoh-tokoh pergerakan nasional memprotes rencana itu. Di Bandung dibentuk Komite Bumiputera. Yang menjadi ketuanya ialah dr. Tjipto Mangunkusumo. Suwardi Suryaningrat diangkat men-

25