Halaman:Seri Pahlawan, Abdul Moeis; 1980.pdf/17

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


jajahan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada orang Cina daripada kepada orang Indonesia.

Karena kepincangan-kepincangan itu timbullah rasa jengkel di hati pemuda-pemuda itu. Mereka jengkel terhadap penjajahan. Karena itu timbul cita-cita untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka. Kesemuanya itu sering juga disebut bangkitnya nasionalisme Indonesia.

Keadaan di Stovia banyak pula yang menimbulkan rasa jengkel. Banyak peraturan di sekolah itu yang tidak memuaskan hati. Banyak peraturan yang tidak boleh dilanggar. Siapa yang berani melanggar, tentu akan mendapat hukuman. Mengenai soal pakaian pun ada peraturannya.

Mahasiswa dari Jawa dan Sumatra yang tidak beragama Kristen, tidak boleh memakai pakaian model Eropah yaitu pakaian yang terdiri dari kemeja dan celana panjang atau celana pendek. Mereka harus memakai pakaian adat daerah masing-masing. Alangkah berbedanya keadaan itu dengan keadaan waktu mereka masih di sekolah dasar. Waktu itu mereka boleh berpakaian model Eropah. Para mahasiswa menjadi sakit hati. Tetapi rasa sakit hati itu tak dapat disalurkan. Mereka terpaksa tunduk kepada peraturan. Kalau tidak, mereka akan dikeluarkan dari sekolah. Padahal mereka bercita-cita untuk menjadi orang yang berpendidikan. Dengan pendidikan itu mereka kelak akan memperbaiki nasib bangsa mereka yang tertindas.

15