Halaman:Seni Patung Batak dan Nias.pdf/179

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

lakunya undang-undang kerajaan dimana undang-undang raja sebagai undang-undang yang tertinggi, kemudian klasifikasi masyarakat terbagi pula atas beberapa golongan.

Si Ulu Sawali  : golongan raja-raja adat.
Si Ulu  : golongan keturunan bangsawan.
Balo Silla  : golongan menteri (kepala desa).
Si ila  : golongan orang kebanyakan diangkat oleh Si Ulu.
Sato  : golongan masyarakat biasa.

 Maka bentuk patung Nias menurut tahapan masyarakatnya dibedakan menurut golongannya.
 Barangkali hal ini pulalah yang membuat jenis patung yang melambangkan tokoh seorang raja (raja adat) tidak boleh ada kesamaan raja deri.gan patung-patung yang lain. Selanjutnya informan itu menjelaskan kembali tentang status seniman, setiap dimintai ban­tuannya untuk membuat sebuah patung yang difungsikan sebagai perlambang (patung raja), setelah selesai seniman (pemahatnya) diberi sanksi untuk tidak membuat patung yang serupa, apabila hal ini dilakukan juga maka pemahatnya dibunuh. Peraturan ini tidak berlaku hanya pada seniman pemahat, tetapi hal yang serupa juga berlaku bagi seorang pandai rumah (tukang). Rumah dengan sega­la variasinya tidak boleh ditiru oleh rumah-rumah yang lain. Dari penjelasan informan di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa tin­dakan raja tersebut membuat berkurangnya kreativitas para seniman, hal itu disebabkan keterbatasan disain-disain barn yang seyogiyanya dapat memperkaya corak seni patung Nias itu sendiri.
 Dari hasil observasi berdasarkan data dokumentatif dan wawancara kami dengan beberapa informan di atas kami kembali berpen­dapat bahwa patung-patung yang diketemukan sebagai benda sejarah fungsi atau kedudukan patung itu belum dapat dijadikan kesimpul­an sebab menurut hemat kami masih banyak yang dirahasiakan baik fungsi praktis atau lebih dari pada itu, yakni fungsi spiritual, magis, religius.
 Namun demikian oleh karena patung-patung Nias lebih banyak diketemukan di dalam interior baik patung utuh atau patung yang di­fungsikan sebagai penyangga balok (seni patung arsitektural), dan gambar-gambar plastik relief yang terdapat di desa Orahili dan desa Bawomataluo yang mewarnai rumah adat tradisional, dari kenyataan

170