Halaman:Seni Patung Batak dan Nias.pdf/162

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi
Gambar 113

Detail menhir (batu tegak) di desa Orahili (kecamatan Gomo) pada puncaknya kita melihat bentuk burung enggang (fofo gogowaya) burung yang mulia, dibentuk dalam posisi hinggap Burung ini divaria­sikan memakai kalung yang biasa dipakai oleh raj a/ pengetua adat, tujuannya adalah lambang kedudukan tertinggi raja (pengetua adat). Letak menhir berada di halaman rumah Si Ulu (Si Ulu Sawali) di­ buat sebagai tanda ketulusan hati bagi siapa saja yang datang ke tempat itu.
 Benuk batu tegak di desa Bawomataluo (kecamatan Teluk Dalam) dua batu bulat pada puncaknya dibuat khusus tempat roh nenek moyang bersemayam. Fungsi lain sama dengan menhir yang terdapat di desa Orahili, hanya gaya yang berbeda, namun kedua ba­tu tegak itu memberikan kesan kepada kita tentang ketangguhan ne-

153