102
yang benar-benar sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dengan pembangunan fisik (sesuai dengan kemampuan dana yang tersedia)² ⁷ ). Beberapa obyek wisata yang sangat mendapat perhatian dan kunjungan para wisatawan diantaranya ialah:
a) Floating Market dan Floating Life
Terletak di pinggiran kota Banjarmasin yang dapat ditempuh melalui perjalanan sungai/river tour lewat sungai Kuin, sungai Martapura dan Sungai Barito. Pada Floating Market, para wisatawan akan dapat melihat aktivitas/transaksi dagang antara pembeli dan penjual yang kesemuanya dilakukan di atas perahu-perahu. Barang dagangan yang diperjualbelikan berupa barang kebutuhan primer dan sekunder, serta di sana akan ditemui pula "Floating Restoran" yang menyajikan makanan dan kue-kue Banjar tradisional. Di samping sungai Kuin, akan terlihat suatu pemandangan unik tentang kehidupan terapung di atas air, misalnya "Floating House", aktivitas ibu-ibu di atas lanting sambil mencuci pakaian, mandi, ngobrol dan menunggu para penjual di atas perahu lewat serta ditambah ramainya anak-anak yang bermain-main di air.
b) Pulau Kembang
lstilah Pulau Kembang ini timbul dari pedagang-pedagang Inggris pada sekitar tahun 1698 yang membuka suatu kantor dagang di Banjarmasin. Hubungan dagang antar Banjarmasin dengan lnggris ini tidak begitu lama berjalan dan ini ditandai dengan hubungan yang tidak begitu baik, hingga timbul hasrat untuk menghancurkan kekuasaan raja Inggris yang berdomisili di daerah itu. Dalam penghancuran itu raja Banjar tidak sendirian, melainkan dibantu atau bergantung kepada tenaga penduduk asli golongan Biaju di daerah Barito.
Pada tahun 1757 malam hari sekitar 3000 orang Biaju turun ke muara Cerucuk. Di sana mereka memulai dengan aksi-