Lompat ke isi

Halaman:Sastra Jawa Masa Transisi 1840-1917.pdf/46

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

'peribahasa'. Kumpulan dongeng itu berjudul Paribasan Katrangake sarana Dongeng (Soetirta, 1888).

Pada masa transisi sastra Jawa modern diterbitkan pula beberapa karya prosa klasik, yakni karya yang diciptakan sebelum masa transisi tersebut. Karya prosa klasik atau prosa lama itu jumlahnya terbatas karena kala itu sastra klasik kebanyakan digubah dalam bentuk tembang. Karya prosa lama yang mendapatkan prioritas untuk diterbitkan pada masa transisi adalah karya Ranggawarsita, pujangga penutup (Padmosoekatja, 1958:13). Karya itu adalah Paramayoga dan Pustaka Raja I--IV. Paramayoga terbit pada tahun 1884, sedangkan Pustaka Raja jilid I terbit pada tahun 1884, jilid II tahun 1885, jilid III tahun 1887, dan jilid IV tahun 1892. Penerbitan itu merupakan penghargaan terhadap karya Ranggawarsita yang agak unik tersebut. Kedua karya itu agak lebih istimewa jika dibandingkan dengan karya-karya sezamannya. Keistimewaannya, antara lain, terletak pada bentuknya yang menyimpang dari kebiasaan dan isinya yang agak luar biasa. Dikemukakan oleh Poerbatjaraka (1952:159) bahwa karya itu bersumberkan Serat Kandha, kemudian digubah dalam bentuk prosa yang diramu dengan cerita-cerita lain yang didengarnya, dibangun, diubah, dan ditambah banyak sekali. Pendek kata, karya itu sebagian besar hanya merupakan omong kosong (Poerbatjaraka, 1952:163). Ramuan yang amat besar yang dianggap sebagai omong kosong itulah yang mempunyai nilai yang agak luar biasa. Ramuan itu merupakan hasil daya nalar dan rekayasa fiktif yang mampu membentuk suatu karya baru. Dengan kepiawaiannya Ranggawarsita menyodorkan sesuatu yang--dianggap--tidak lazim pada zamannya sehingga menarik perhatian dan menimbulkan tanggapan, antara lain, berupa penerbitan karya tersebut agar dapat dibaca oleh khalayak yang lebih luas. Kemudian, karya prosa

38