Lompat ke isi

Halaman:Sastra Jawa Masa Transisi 1840-1917.pdf/22

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Beberapa tahun kemudian, sejumlah kata dalam kamus suntingan Wilkens itu dikutip untuk melengkapi kamus yang baru susunan Gericke dan Roorda (Winter, 1928:vi).

Sementara itu, kamus Kawi susunan Winter dan Ranggawarsita diterbitkan oleh Van der Tuuk pada tahun 1880; sedangkan kamus Jawa susunan Winter dan Wilkens tidak pernah diterbitkan. Selain menyusun kamus, Winter dan Wilkens menyusun bahasa Jawa untuk pegangan mengajar. Mereka juga pernah membantu Cohen Stuart untuk menerbitkan almanak Jawa (Winter, 1928:vii). Winter dan Ranggawarsita juga menyusun buku Javaansche Zamenspraken 'Percakapan Bahasa Jawa' dua jilid. Buku jilid I yang dikenal dengan sebutan Serat Saridin diterbitkan Roorda pada tahun 1848. Kemudian, buku jilid II yang disebut Saloka Akaliyan Paribasan diterbitkan Keizer pada tahun 1858 (Winter, 1928:viii).

Buku-buku saduran C.F. Winter tampak merangsang para penulis Jawa kalangan priyayi seperti R.M.A. Tjandranagara, R.A. Sastradarma, R. Sastrawidjaja, R. Abdoellah Ibnoe Sabar bin Arkebah, R.A. Darmabrata, Soerjawidjaja, dan Ki Padmasoesoestra. Beberapa pengarang itu ada yang menulis kisah perjalanan, misalnya R.A.M. Tjandranagara (Cariyos Bab Lampah-Lampahipun Raden Mas Arya Purwalelana, 1865), R.A. Sastradarma (Cariyos Nagari Betawi, 1867), R. Sastrawidjaja atau R. Pandji Natarata (Purwa Carita Bali, 1875), R. Abdoellah Ibnoe Sabar bin Arkebah (Cariyos Nagari Walandi, 1876), dan R.A. Darmabrata (Cariyos Nagari Padang, 1876). Kisah perjalanan yang tidak mencantumkan nama pengarangnya adalah Cariyos Saradadu Jawi (1877)

Selain pengarang kisah perjalanan di atas, pengarang yang menulis sejak pertengahan abad ke-19 adalah Soerjawidjaja. Ia

14