gRU MAH: SEMAN” x
lantes di kasi masuk kedalem sakunja dengan tjepet sekali.
»ini malem...... djam 10 aku aken berada di atas djembatan deket tikungan...... djikalu kau perlu de- ngan aku kau tjuma tiup sadja itu suitan...... * dan sehabisnja berkata begitu Shen Hao lalu mengilang.
Rumah dalem Nanking road itu ada terkenal. se- bagi sarang pelatjuran, serta jang mendjadi- kepala- nja adalah itu orang jang brewokan dan bernama Ying Tak. Orang jang tida mengenal pada Shen Hao
tentu djuga mengirah jang ia itu ada seorang ter- pladjar jang sopan, tetapi sebetulnja ia itu ada satu buaja...... dan kepala badjingan jang berkedok gentleman”. Pada Hung Wen ia kenal atas peran- tarahannja Dr. Chang, jang ada mendjadi ia punja sobat baek. la pun tau bahua Hung Wen itu ada oe hartawan.
Maka itu djuga, dengan berkomplotan bere Gie Nio, jang tadinja ada mendjadi ia punja istri di Ning-po Siapa ia suda tinggalken setengah dja- lains- se; ia dengan sengadja suda masukin Gie Nio bekerdja pada Hung Wen sekedar buat mendjalan- ken ia punja tipu jang kedji. Dari Dr. Chang ia suda perna dengar tentang hal setan, dari pengalamannja itu Dr, sendiri di Peking, maka itu djuga mendadak ia suda mendapet ingetan buat maenken itu rol se- tana. dengan pertulungannja Gie Nio. Bebrapa hari berselang ia sengadja suda pergi ke Soochow sekedar buat kirim itu surat antjeman pada Hung Wen dari itu kota...... dan Chu Chin Chow itu se- betulnja ‘sama sekali tida ada, tjuma sadja ini ba- djingan jang ulung ada mempunjain satu sobat jang bekerdja di kantor pos di bagian wissel-kawat, buat menerimaken uwang itu kepadanja, kapan~ sadja Hung Wen stida termasuk dalem ia punja djeba- kann. Tapi tida di njana ini kali itu badjingan