88 . , TLIK, ROMAN'S
kau suda baek betul?” ,,Oh trima kasi...s.. Dr. jang baek, aku ada waras betul sebagi djuga se-ekor ikan dilautan”, kata Shen Hao sambil tertawa.
Hung Wen lalu-tuturken pada Shen Hao bahua | keadahannja Yu Lan ada banjak baekan, aken tetapi | ia punja ingetan masi ada sanget samar dan puniul. | Mendengar begitu, Shen Hao tjuma gojang? kepala- nja sadja serta menjataken menieselnja hati bahua itu njonja muda musti alamken kedjadian jang be- — gitu rupa.
Hung Wen lalu kluarken bebrapa glas serta se- hotel Champagne jang ia lalu atur diatas medja. Ke- | mudian marika bertiga lalu minum sambil beromong? sebagi sobat2 jang kentel. Marika punja pembitjara-_ han achirnja mendjurus pada itu penangkepan atas dirinia Ju Chong.
,Menurut pikiranku, bisa djadi djuga jang Ju Chong itu sesunggunja ada mendjadi tiuliknia kaw | punja putra. Aku pertjaja bahua detective Yu Poo | Hin itu ada sampe pinter buat petjahken ini soal f jang sulit dalem tempo jang singkat”, kata Shen Hao pula. ,.T api Shen Hao, sampe sekarang aku belon dapet
kabar suatu apalagi dari kantor polisie, sedeng tida ada endusan sama sekali tentang putraku itu”, kata
Hung Wen sambil mengelah napas. Shen Hao bery
diam, dan sestidahnja irup ia. punja Champagne ia
berkata lagi: ,,Oh ia...... Hung Wen, aku lupay tanja kepada-+mu bagimana dengan kau punja kun- djungan pada Ho Song? Apatah jang Ho Song suda
berdjandji kepadamu?” ee 7
Mendengar namanja Ho Song disebut, Hung Wen berdiam, dan sesudahnja berpikir ia lalu berkata;
Oh Shen Hao’ aku tida njana bahua itu detective
ada seorang jang berkepala batu. dan berada -angin?an. Ja tanja kepadaku, apatah aku suda mint