“RUMAH*SETAN” . “67
+
gila. Aku bitjara dengan terus (erang. y Aku mati pergi ke CITY HOSPITAL buat. mentjari satu tempat di klas 1 di sana, sekalian aku nanti bitjara pada Dr. Robert Wong, satu achli dalem penjakit oak. Kita musti bertindak dengan lekas, agar ia punja penjakit itu tida mendjadi semingkin herbat...... #8
Mendengar perkatahannja Dr. Chang, tide terasa lagi bebrapa tetes aer mata tergenang dalem mata- nja Hung Wen. la bengong sekutika lamanja ,sebagi djuga orang jang tida bersumanget. Dr Chane ber- Kata lagi: Oh: Hung Wen, aku harep kau djangan ménangis..... Berlakulah tabah sebagi satu laki-laki, segala rupa kestisahan memang suda di atur meénurui lsudrainja Allah”.
' Kemudian ia lal tepok-tepok pundaknja itu sobat jane berduka.
Stapa djuga pasti aken bisa mendjadi gila djikalu
- musti alamken kedjadian seperli Hung Wen. Ia
punja rumah tangga jang dami dan tenang suda -mendjadi hantjur bérarakan sebagi djuga altja jang réntuk djato di batu.
Baru sadja pada dua malem berselang ia berada dalem keadahan jang sanget bergumbirah, tetapi se- _karang? Maskipun siapa djiga djikalu’ menampak hal jang sedemikian itti past? nanit merasaken ter- harunja sang hati.
»Baeklah sobat, kau atur sadja saperlunja. Aku punja hati di tasaken sanget bingung sekali.nc. : kata Hung Wen dengan aer mata mengembeng.
Dr, Chang tida mau membtiang tempo dengan per- tjuma, sigra djuga ia berdjalan pergi dengan naek -autonja Hung Wen. Seperti kita tau, Hung Wen -menikah dengan Yu Lan masih belon tjukup 2 tahun dan istrinja itu ada putrinja seorang hartawan di London. Hung Wen ada seorang muda jang radjin, _djuga suda perna ee didikan milicair di Tiongkok