Lompat ke isi

Halaman:Rumah Setan.pdf/62

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

60 TJILIK ROMAN'S ~

sadja mendusin dari tidurnja, dan meliat pada diri- nja Dr. Chang itu njonja muda lalu berkata: slamet pagi Dokter, kemanatah kau’ suda pergi lagi tadi malam? Kita suda menunggu padamu sekean lama- nja, akan tetapi kau tida muntjul, sunggu sajang sekali itu barang santapan jang aku suda bikin kau tida dahar”’. :

Kau klitu Yu Lan, djikalu kau bilang aku tida perna dahar kau punja barang hidangan jang ledzat itu. Aku suda pergi kerumanja Shen Hao buat preksa penjakitnja, tetapi oleh karena aku tida bisa dapetkan satu kandaran, terlebi pula hudjan besar mulain turun, mendjadi aku tida kembali lagi”.

,Kapantah hudjan? Sama sekali aku tida menge- tahui tentang hal itu”.

»Yu Lan”, berkata. Hung Wen pada istrinja,—= »kau rupanja terlalu. banjak tjape, maka itu kau suda pules dengan njenjak sekali. Silahkan, Dr. Chang, harep. kau tulung preksa nadinja Yu Yan, barangkali djuga ia ada perlu dengan suatu matjam obat tonic buat menguatkan ia punja asabat.—

Dr. Chang lalu memeéegang nadinja Yu Lan jang diangsurkan, serta ia pandang pada paras mukanja itu wanita tjantik sekutika lamanja. Sebagi seorang jang tida bertenaga. Yu Lan duduk menjender diatas pembaringan dengan di gandjel oleh ‘be- brapa’ bantal. Itu Doktor jang pinter, sigra djuga dapet mengetahui dengan djelas, bahua asabatnja Yu Lan itu suda terganggu, Yu Lan ‘sama sekali tida inget, apa jang suda terdjadi pada waktu se- malam itu. Djuga ia suda lupakan, pada ia punja puira jang tertjinta. la tida perma menanjakan Hung Wen tentang keadahannja Hung Chi maupun djuga Gie Nio. Itw babu-susu, seantero hari me- nangis sadja sampe kedua matanja mendjadi merah.