Menunggu kedjadian penting.
KEBETULAN ‘sekali Inspekteur Wu Kim Siu
lagi sedeng berada dalem kantornja. Meliat pada Dr. Chang jang ia ada kenal baek, begitu djuga pada Hung Wen jang ia kenalin baru tadi pagi sadja dateng dalem ia punja kantor buat tuturken tentang ia punja pengalaman dari hal iblis dalem rumanja.
Sesudanja silaken marika duduk, Wu Kim Siu lalu berkata : ,,Hal apatah jang menjebabken kau suda berkundjung dalem aku punja kantor?” ,,Aku ‘rasa, Inspekteur, dari sobatku ini jaitu tuan Hung Wen jang ada bekerdja pada kantor Government, kau suda denger tentang ia punja pengalaman jang aneh bin adjaib dalem ia punja ruma semalem.”’ Wu Kim Siu mangeutin kepalanja serta bersenjum. ,,Betul Doktor, ini pagi tuan Hung Wen suda dateng disini buat tuturken padaku dari hal itu kedjadian gaib jang suda terdjadi dalem ia’ punja ruma. Inilah bukan ada pertama kali jang aku suda mendenger tentang kedjadian2 aneh disekiternja ini tempat. Sesunggunja, aku tida perhatiken tentang tjerita-tjerita begitu, kerna tjerita setan-setan kebanjakan suda terbit dari omongannja prempuan-prempuan tua jang bertachajul dan djuga anak-anak jane tida mengarti suatu apa, Tetapi, rupanja sadja tjerita itu suda mendjadi satu hal jang sesunggunja suda terdjadi. Lagi sekali, tuan Hung Wen, aku minta kau tuturken pada-ku tentang kedjadian2 jang kau suda alamken semalem dalem ruma tanggamu dengen sedjelas-djelasnja.”
Hung Wen lalu menutur komtbali dihadepannja “Wu Kim Siu jang didengerin djuga oleh Dr.