¥
“RUMAH-SETAN ”™ 29
dan rasaken bahua kepalaku ada sedikit pusing. ” Bole djadi djuga aku suda’ minum terlalu banjak Champagne hingga terkena serangannja hawa uidara jang sedjuk aku mendapet pilek. ©
Tetapi, aku rasa bahua penjakit ini ada sanget énteng dan tida berarti. Sesudanja aku telen dua butir Acetosal aku lalu rebahken diri di pemba- ringan dan bisa tidur pules dengen njenjak. Duduklah sobat, aku bergirang bisa bertemu pada-mu dalem rumaku sendiri. Nah...... sobat bilanglah pada-ku kau hendak minum apa? Te- tapi djamak sadja buat seorang budjangan se- bagi aku, aku tida ada mempunjain minuman jg Walus sebagi kau punja Champagne.”
Hung Wen duduk.di pinggir pembaringannja ia punja sobat. Meliat pada parasnja Hung Wen jang kutjel dan lesu, Shen Hao telah berkata lagi: eS el Eg Hung Wen, dari parasmu itu aku bisa duga bahua kau suda alamken satu maleman jg - kurang tidur. Betul begitu?” Kemudian sambil © tertawa ia berkata lagi: ,aku rasa...... kau toch tida trima kundjungannja iblis pada wakta sema- lem bukan? Kerna kemaren suda terdjato pada
Hung Wen lalu tarik muka dengen paras Sunggu?. Ta kerutken alisnja dan pandang pada Shen Hao dengen tadjem. Kemudian ia lalu ber- kata: ,aku tida tau apa sesunggunja setan itu ‘sungeu ada? Tetapi aku tau pasti bahua semalem dalem ruma tangga-ku sésudanja kau orang pu- Jang aku suda dapet kundjungannja hantu®....-. seperti djuga suda dituturken dalem tjeritanja Dr. Chang tentang ia punja pengalaman di Pe-