| ph MAHSSETAN” 21°
‘djang-budjang, tepont kedengerannja ada diatas
joteng, g ,Inilah ada buahnja itu tjerita’ setan jang: ba- rusan kita denger dari Dr. Philip: Chang......”
kata Hung Wen pada istrinja, ,,kau bilang bahua pada malem ini ada tanggal 5. April dan djuga kau kata bahua itu sekalian arwah? suda bangkit dari kuburannja masing-masing buat menggang- gu pada manusia, Kau kata djuga bahua kau ini ada satu wanita jane berhati wadja, aken tetapi kenapa. sekarang. tingka Jakumu inisada sebagi ‘djuga satu anak ketjil?, Ha:.. ha... ha...... aE Lan. mendjadi malu atas perkatahannja suaminja
itu. Dengen tabahken hatinja’ ia lalu berkata:
sSiapa bilang aku takut pada setan, baeklah se- karang aku naek keatas loteng buat meliat pada Hung Chi, Aku ‘raga. jang Gie Nio. tentu djuga tada merasa ketakutan selcali.”
Dengen brani: Yu Lan naek keatas loteng. Hung Wen mengikut di blakang ia. Waktu ia sampe
‘di depan-kamarnja ia punja anak siapa ada tidur
‘bersama ia punja babu susu itu, marika bisa mendenger suaranja Hung Chi jang menangis dari itu pintu kamar jang setengah terpentang. ‘Sekunjung- kunjung-marika ‘mendenger suara djeritannja itu babu stsu jang bertreak: ,,Tu- lunge.) tulune Oh, tuan dan njonja- ku.” Heshacan denven itu djuga Ah. Po punja suara treakan pun terdenger: ,,Bangsatsww.. ma-
Lather sad pegang-pegang,..... y yoabar:, skins kata Idung Wen,,,aku rasa dalem
Tuma ini betul ada pendjahat, dan kau nanti liat
- {ese aku bikin peritungan pada itu bangsat.
en tjepat) Hung Wen masuk di dalem ia pu- nja kamar tidur, ambil ia: puja sendjata api, aken kemudian ia lalu kombali lagi padavistrinja jang