Lompat ke isi

Halaman:Rumah Setan.pdf/17

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

Dimohon untuk merapikan dan menyesuaikan teks sesuai sumber aslinya.

pimpin tangannja ia punja istri serta berkata: aku rasa hawa udara suda mendijadi dingin lebi baelk kita pulang sadja.” Tida antara lama ke- mudian itu sepasang merpati. lalu. suda berada dalem perdjalanan pulang, tetapi- seblonnja.ma- rika meninggalken tempat itu Yu Lan berkata lagi pada-suaminja jang ia ingin mendengerken dulu suaranja, gelumbang, jane dalem pende- ngerannja ia punja kuping ada sebagi djuga suara mtiziek jang merdt.,

Kutika marika ampir sampe dalem marika pu- nja tuma dengen mendadak Hung Wein merasa terperandjat, dengen tangannja ia menundjuk pada rumanja serta berkata pada Yu Lan» ,,istri- ku, waktu tadi kita tinggalken ruma itu, semua lampuclampu electrische ada menjala dengen te- rang. Tetapi kenapa keadahan dalem ruma_kita itu ada gelap gulita?” Ytr Lan djuga mendjadi terkedjut. ,.Betul suamiku, waktu tadi kita kluar ruma, aku inget betul bahua lampu-lampu ada menjala dengen tecrang benderang. Barangkali djuga ada setan dalem kita punja ruma jang suda meémuttusken kawat-kawat listritk.....° Hung Wen kérutken halisnja ia rupanja lagi sedeng berpikir, kemudian ia menjambung perkatahannja ia pus nja istri: Ohi... tida, aku rasa sadja barangkali Ah Po jang suda pademken, Yu Lan bersangsi sekutika lamanja tapi achirnja marika suda sam- pe dalem pekarangan ruma. Sesudanja masulc didalem ruangan ruma, Flung Wen lalu puter stop contactnja itu lampu listrik; aken tetapi itu lampu-lampu tetep tida mau menjala. ,,Putus...” ia menggerendeng sambil kluarken ia punja gretan api,......,,beruntumg sekali jang kita ada mempunjain lilin.”’ Sesudanja sulut bebrapa lilin jang ia taro di atas medja, Hung Wen lalu me-