3 22 THEIR ROMANS Rosa Huang dan Mary Fen, serta sesudanja pesta dimulain sala satu kawanku usulken buat berdansa. Marika semuanja menjataken mufaket begitulah aku lalu mulain puter aku. punja Gra- mophone listrik, Pada waktu baru sadja aku hen- dak.ambil satu piring hitam dari lagw Fox Trot »in. alittle Spanish town’, sekunjung-lunjang suaranja bel listrik jang njaring ada terdenger di
a tjon dari seorang jang iseng, aku lala menguntji_ kombali itu pintu jang kuntjinja aku masukin dalem aku punja saku tjelana,, kemudian ba- lik kombali pada kawan-kawanku. ‘Kita mulain berdansa lagi dengen ikutin itu lagu jang diputer di atas Gramophone: Sepulau menit kemudian, kombali ada ‘terdenger suaranja’ bel jang'‘dipen- tjet pandjang dan njaring. » Kurang adjar betul | itu manusia jang suda brani menganggu kita- punja kesenangan hati’, aku kata, Bersama satu
sobatku aku lalu menudju kombali ke depan pin- | tu. Dari satu’ podjokan aku ambil aku punja _ tungket kaju jang besar, kernavaku hendak han tem kepalanja itu orang jang djail, aku lai buka
pintu....., dan kombali tida ada satu orang, pun f djuga. \Kita -mendjadi singet »penasaran sekali
- maka itu djuga kita suda lakuken pépreksahan
didalem + kebon + kembang! Pintu kebon. mast tertutup dan ada di -tapel’ didalem. Dan djuga - ada sanget’ anch sekali djikalu satu tetamu