sadja sudah tjukup memberi bukti dan gambaran pada kita betapa lemahnja keadaan kita dilapangan perekonomian, perindustrian dan perdagangan. Tjita-tjita Pemerintah jang sutji murni untuk memberi bantuan kepada para pengusaha nasional jang termasuk dalam golongan new comers itu akan mendjadi sia-sia belaka dan hanja merupakan tjita-tjita jang statis sadja, apabila Pemerintah berpegang teguh kepada minimum 4096 dan tidak suka menurunkannja sebagaimana jang kami adjukan dalam usul amendemen itu. Kami anggap usul amendemen ini adalah sangat redelijk dan sudah selajaknja djika Pemerintah memberi perlindungan pada perseroan-perseroan bangsa Indonesia. Bahwa didalam prakteknja nanti mungkin banjak perseroan-perseroan bangsa asing akan mempergunakan kesempatan ini untuk mengadakan pembukuan-pembukuan jang palsu dengan maksud untuk ontduiken tarip jang lebih tinggi dari pada jang telah ditetapkan minimaal itu, ini adalah soal lain jang harus kita pisahkan dari principe memberi perlindungan pada pengusaha-pengusaha nasional dengan modalnja jang lemah.
Pada umumnja perseroan-perseroan bangsa asing memang lebih banjak pengalamannja dalam hal mengadakan bermatjam-matjam manipulaties dalam pembukuan keuntungan, misalnja mengadakan bermatjam-matjam afschrijving dan mempertinggi djumlahnja afschrijving itu, memperbanjak djumlahnja ongkos-ongkos jang beraneka-warna, dengan maksud memperketjil keuntungan menurut buku dan bertudjuan menghindarkan padjak.
Masih belum demikian halnja dengan perseroan-perseroan bangsa Indonesia. Pada umumnja (ketjuali satu dua jang sudah bermodal besar), organisasi mereka masih belum begitu teratur dan mereka umumnja sangat djudjur dalam menghadapi pegawai padjak. Apa adanja dan berapa precies keuntungannja zonder ragu-ragu disampaikan pada pegawai padjak jang mendatangi kantornja itu.
Adilkah djika kesederhanaan dan kedjudjuran pengusaha-pengusaha bangsa Indonesia ini disama-ratakan dengan organisasi-organisasi bangsa asing jang pandai main sulap dengan afschrijving-afschrijving dan bermatja-matjam ongkos itu?