Lompat ke isi

Halaman:Risalah perundingan.djvu/566

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
(Zain Baharuddin.)

tjoba menghilangkan perasaan gelisah Saudara itu dengan saja kutip:

„Sudah barang tentu Pemerintah djuga mendjalankan rasionalisasi dalam arti memperbaiki organisasi, supaja mendjadi se-effektief-effektiefnja, dan mengichtiarkan supaja lambat-laun Angkatan Perang kita terdiri dari anggota-anggota jang menurut physiek, bakat dan

djiwanja benar-benar pada tempatnja mendjalankan tugas ketentaraan”.

Ditempat lain selandjutnja dikatakan:

„Mengenai tenaga-tenaga jang dianggap tidak mempunjai bakat dan kesanggupan, Pemerintah akan mengadakan komisi screening dan selandjutnja”.

Ditempat lain lagi:

„Dengan adanja komisi screening ini tidak perlu lagi ada kechawatiran akan „rasionalisasi" setjara willekeur dari seorang komandan”.

Saudara Ketua, huruf d jang saja sebut diatas itu berbunji begini:

„kelebihan tenaga (overcompleet), disebabkan penghapusan sebagian maupun seluruhnja dari bagian atau kesatuannja".

Bila diambil uraian Saudara Menteri Pertahanan jang saja kutip diatas, seakan-akan bukan huruf ini jang didjalankan, akan tetapi ialah memang akan tertjapai pengurangan anggota Angkatan Perang dengan sendirinja, karena physiek tidak bisa lagi dipertahankan, dan atas permintaan sendiri. Akan tetapi pula, panitia screening (hampir saja katakan „komisi pembersihan"), dipertjaja oleh Pemerintah akan meniadakan kechawatiran kita akan „willekeur", Saja tidak mengerti apa sebabnja. Willekeur jang dikatakan oleh Pemerintah datangnja dari komandan-komandan kini berpindah kepada „Pemerintah”. Karena, saja hendak bertanja:

1128