(Anggota jang hadir, Ketua, Asraruddin.)
A. PF. Mayor Polak, 147. W. M. Nieuwenhuysen, 148. A. A. Achsien, 149. Mr Sunario, 150, R. Suparno, 151. Musirin Sosrosubroto, 152. Pandu Kartawiguna, 153. Nawawi, 154. Rd. H. Sutarto Hadisudibjo, 155. Emon Bratadiwidjaja, 156. R. Abdurachman Wangsadikarta, 157. Abulhajat, 158. Sidik Kartapati, 159. R. Cyrillus Kersanagara.
Ketua: Saudara-saudara, rapat kita mulai lagi.
Pembitjara-pembitjara buat malam ini ialah Saudara-saudara Asraruddin, Soehardjo, Ibrahim Sedar, Snel, Tadjuddin Noor, Djoko Soedjono, Sudijono Djojoprajitno, Sumarto dan Lobo.
Saja persilakan Saudara Asraruddin.
Asraruddin: Saudara Ketua, sesuai dengan apa jang dinjatakan oleh Saudara Abidin tadi pagi, maka saja pun ikut serta menjatakan terima. kasih atas kesediaan Pemerintah untuk disamping pemilihan Konstituante mengadakan pula pemilihan Dewan Perwakilan Rakjat. Saja dapat memahami kesediaan Pemerintah untuk melaksanakan kedua-duanja setjara berturut-turut, oleh karena ini berarti menghemat waktu dan tenaga. Hanja agar supaja rakjat dapat membedakan jang mana pemilihan Konstituante dan jang mana pemilihan Dewan Perwakilan Rakjat, maka perlu diadakan perbedaan warna surat suara, umpamanja untuk Konstityante surat suaranja berupa putih dan untuk Dewan Perwakilan Rakjat warnanja merah. Djika ini tidak mungkin, oleh karena kertas jang baik biasanja warnanja hanja putih, maka hendaknja Pemerintah mengusahakan tempat pemilihan sedemikian rupa, sehingga rakjat dapat membedakan antara tempat untuk pemilihan Konstituante dan tempat untuk pemilihan Dewan Perwakilan Rakijat.
Selandjutnja fraksi saja pun mengutjapkan terima kasih, bahwa Pemerintah dapat menjetudjui bahasa seorang dapat merangkap mendjadi anggota dari kedua badan tersebut. Sebab memang kebanjakan tjalon-tjalon dari partai-partai, baik untuk Konstituante maupun untuk Dewan Perwakilan Rakjat, hampir sama.
819