Lompat ke isi

Halaman:Risalah perundingan.djvu/240

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

(Rangkajo Rasuna Said.)

Djawa-Barat betul-betul keributan disini sadja? Atau ia adalah djumlah dari perasaan-perasaan kurang senang dari berbagai-bagai daerah jang diletuskan di Djawa-Barat?

Saudara Ketua, pemilihan umum di Indonesia banjak djuga sangkut-pautnja dengan keadaan ekonomi rakjat. Kita letakkan seluruh rakjat mengerti betul akan kepentingan pemilihan umum untuk mereka itu. Mereka mau melaksanakannja. Kalau pusat-pusat untuk memberikan suara-suara letaknja djauh-djauh dari tempat kediaman sipemilih, apakah rakjat sanggup membelandjai perdjalanannja kesana didaerah-daerah jang sukar perhubungannja? Di Djawa barangkali hal ini tidaklah begitu benar mendjadi soal, tetapi diseberang, inilah jang akan banjak mendjadi soal. Didalam hal jang serupa itu kekuatan ekonomi rakjat banjak turut serta untuk menentukan. Kalau faktor-faktor ini tidak dimasukkan dalam perhitungan, banjak rakjat didaerah seberang jang akan tidak turut serta dalam pemilihan ini, bukan karena tidak mau, tetapi karena disebabkan tidak sanggup berhubung dengan ongkos jang tidak sedikit untuk melakukan pemilihan itu. Kesudahan dari hal tersebut: pemilihan jang dikatakan umum mendjadi pemilihan jang tidak umum! Dengan mudah kita dapat berkata: „Salah siapa? Ada kesempatan, mengapa tidak dipergunakan?” Kalau ditanja akan djawab perkataan itu, sudah tentu djawabnja pun mudah djuga: „Jang salah tentu jang menjusun segala aturan jang tidak memenuhi kebutuhan”.

Oleh karena kesudahan dari pemilihan umum ini bisa membawa akibat jang hebat bagi Indonesia berhubung dengan rasa kedaerahan, oleh karena itu diserukan dengan sekuat tenaga: berhati-hatilah waktu menjusun undang- undang untuk itu dengan segala aturan jang bersangkutan. Djanganlah kita membutakan mata, Saudara Abulhajat, untuk soal-soal jang sebenarnja ada: oleh karena hendak memudahkan sesuatunja lalu meniadakan apa-apa jang ada dan mengadakan apa-apa jang tidak ada. Saja jakin, bahwa perasaan kedaerahan masih bersimaharadjalela di Indonesia. Kalau dapat diadakan pemeriksaan jang tjermat tentang hal ini, saja jakin bahwa perkataan diatas tidak kosong.

(Abulhajat: Djangan dikobar-kobarkan!).

802