Lompat ke isi

Halaman:Risalah perundingan.djvu/126

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

(Hindrosudarmo.)

bilang betul-betul coup, barulah Pemerintah membetulkan adanja actie coup pada tanggal 17 Oktober 1952 jang menggemparkan dunia itu.

Saja manusia biasa djuga, Saudara Ketua, saja bisa meraba bahwa nanti keputusan Djaksa Agung itu kira-kira, tentang 17 Oktober itu tidak ada coup!

Saudara Ketua, oleh karena saja hanja bermaksud melahirkan pendapat dengan tindjauan filsafah negara dalam lingkungan ketentaraan, maka saja tidak menindjau pasal demi pasal: hal ini saja serahkan kepada kawan-kawan lain jang terhormat untuk membahasnja.

Tetapi sungguhpun begitu, karena suasana sudah agak reda sebagai jang diutarakan oleh Saudara Manai Sophiaan, anggota Dewan Perwakilan Rakjat jang terhormat, saja penuh harapan kalau djiwa patriot jang kabur dan kebidjaksanaan jang remeng-remeng dari Pemerintah akan berachir hari ini dan selandjutnja akan pulih tenaganja jang berdjiwa patriot dan bidjaksana untuk mengemudi Negara Republik Indonesia menudju kepantai kemakmuran bersama, keamanan bersama, dan pula menudju kearah djiwa jang berke-Tuhanan sedalam-dalamnja.

Dengan Pemerintah jang demikian itu Saudara Ketua, saja jakin Pemerintah pasti dapat mentjapai idam-idaman jang tersebut diatas jang sangat diharapkan oleh segenap lapisan rakjat djelata, mereka jang sama tinggal didaerah jang dikatakan orang tidak aman.

Lain dari itu Saudara Ketua, karena Parlemen menuntut adanja susunan undang-undang pokok ketentaraan (defensi-wet), sebab ini penting sekali sebagai patokan untuk membawa kearah tudjuan ketentaraan Republik Indonesia, maka adanja undang-undang sekarang ini dibitjarakan saja anggap hanja sebagai materi dan uitvloeisel dari adanja undang-undang defensiwet tersebut.

Oleh karena itu saja njatakan, saja tidak keberatan adanja undang-undang ini. Tetapi dengan pengertian hendaknja susunannja disempurnakan sedemikian rupa, agar supaja dikemudian hari kita tidak akan menderita kepahitan lagi sebagai sekarang ini.

Sekian, Saudara Ketua, harap diperhatikan, terima kasih.

688