Lompat ke isi

Halaman:RUU Cipta Kerja - Signed.pdf/282

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
  1. Ketentuan Pasal 96 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 96
Ketentuan lebih lanjut mengenai angkutan udara niaga, kerja sama angkutan udara, dan sanksi administratif termasuk prosedur dan tata cara pengenaan, diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  1. Ketentuan Pasal 97 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 97
  1. Pelayanan yang diberikan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal dalam menjalankan kegiatannya dapat dikelompokkan paling sedikit dalam:
    1. pelayanan dengan standar maksimum;
    2. pelayanan dengan standar menengah; atau
    3. pelayanan dengan standar minimum.
  2. Badan usaha angkutan udara niaga berjadwal dalam menyediakan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memberitahukan kepada pengguna jasa tentang kondisi dan spesifikasi pelayanan yang disediakan.
  1. Pasal 99 dihapus.
  2. Ketentuan Pasal 100 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 100
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelayanan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  1. Ketentuan Pasal 109 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 109
Kegiatan angkutan udara niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dilakukan oleh badan usaha di bidang angkutan udara niaga nasional setelah memenuhi Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat.
  1. Pasal 110 dihapus.
  2. Pasal 111 dihapus.
  3. Ketentuan Pasal 112 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 112
Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 109 berlaku selama pemegang Perizinan Berusaha masih

282