Halaman ini tervalidasi
311
Ada beberapa daerah yang dijadikan sebagai sample oleh Komnas HAM dalam pelaksanaan pemantauan dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, DKI Jakarta, dan Banten dengan permasalahan sebagai berikut.
- Permasalahan DPT
Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menjadi menjadi salah satu permasalahan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Diakui bahwa terdapat penambahan jumlah pemilih dalam DPT Pemilu Pilpres dibandingkan dengan DPT Pemilu Legislatif. Akan tetapi penambahan jumlah tersebut tidak begitu signifikan dikarenakan masih belum optimalnya penyelenggara Pemilu dalam melakukan update terhadap DPT. Adapun permasalahan DPT yang ada dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden antara lain masih didapatinya DPT ganda, DPT yang sudah meninggal dan belum berusia 17 tahun. Hal ini antara lain terjadi di Sulawesi Selatan, Balikpapan. Di LP Krobokan, Denpasar, Bali, terdapat sebanyak 759 pemilih yang terdaftar, akan tetapi di dalam DPT tersebut tidak mencantumkan NIK maupun Nomor KTP. Kemudian di Baduy terdapat sebanyak 438 orang yang memiliki tanggal lahir sama dalam DPT. - Hilangnya Hak Sipil dan Politik Warga Negara Karena Tidak Adanya TPS Khusus
Warga negara yang memiliki hak untuk memilh tidaklah memiliki kesamaan dalam menyampaikan aspirasinya. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya warga negara potensial yang memiliki hak pilih yang terpaksa harus tinggal di rumah sakit dikarenakan sakit dan atau harus menunggu keluarganya yang sakit. Selain itu, didapati juga banyak warga negara yang karena kesalahannya harus mendekam di dalam penjara dan atau tahanan. Berdasarkan kondisi tersebut, sesuai dengan hasil pemantauan Komnas HAM di lapangan, didapati adanya fakta bahwa banyak warga negara yang sakit maupun berada di dalam lembaga pemasyarakatan/tahanan tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Hal ini antara lain ditemukan di Rumah Sakit Adam Malik Medan, Rumah Sakit Pelni Pelabuhan Belawan, RSUD Sangatta dan RS Prima Sangatta (Balikpapan), Rumah Sakit Dr. Soetomo (Surabaya), Rumah Sakit Adhi Husana Undaan Wetan (Surabaya), Rumah Sakit Sanglah (Bali) terdapat sebanyak 539 pasien ditambah dengan anggota keluarganya sehingga sekitar 1000 orang, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo;