Lompat ke isi

Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/585

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Dan pada 2 Pebruari '48 diresmikanlah penggabungan Resimen Istimewa ini kedalam Divisi IX dengan mengambil tempat ditanah lapang Kantin Bukittinggi.

Dalam pada itu para anggota barisan jang tidak termasuk dalam formasi jang tiga batalion tsb. lalu dipulangkan kembali kemasjarakat, dan meneruskan perdjuangan dalam susunan lain, kebanjakan dalam organisasi B.P.N.K. (Badan Pengawal Negeri dan Kota).

Reorganisasi selandjutnja dalam divisi IX Banteng.

Dengan masuknja lasjkar-lasjkar ini kedalam T.N.I. Divisi IX Banteng, maka divisi ini bertambah satu resimen lagi jang diberi nama resimen VI dibawah komando Major Kemal Mustafa.

Dan dalam bulan Agustus '47 sesudahnja agressi pertama, maka resimen IV di Riau jang berada dibawah komando Let. Kol. Hasan Basri direorganisir pula dengan dibagi dua jaitu:

  1. Resimen IV dibawah pimpinan Let. Kol. Hasan Basri dengan batalion-batalionnja:
Batalion I dipimpin oleh Kapten Jusuf di Pakan Baru.
Batalion II dipimpin oleh Lts. Iskandar di Bengkalis.
Batalion III dipimpin oleh Kapten Saidina Ali di Siak.
  1. Resimen V dipimpin oleh Major Toha Hanafi, dengan batalion-batalionnja:
Batalion I dipimpin oleh Kapten Marah Halim di Rengat.
Batalion II dipimpin oleh Les. Sumaria di Taluk.
Batalion III dipimpin oleh Lts. Arsjad Abdis di Tembilahan.
IX Banteng T.N.I. Komando Sumatera mendjadilah sbb.:
Panglima Divisi-Kolonel Ismael Lengah.
Komandan Resimen I Letnan Kol. A. Halim.
Komandan Resimen II Letnan Kol. A. Thalib.
Komandan Resimen III Letnan Kol. A. Husein.
Komandan Resimen IV Letnan Kol. Hasan Basri.
Komandan Resimen V Major Toha Hanafi.
Komandan Resimen VI Major Kemal Mustafa.

Sampai achir kwartaal ke-II tahun 1948 Divisi IX Banteng berdjalan sebagai biasa, jaitu sambil berdjuang menjusun diri, dimana banjak djuga terdjadi perubahan-perubahan susunan anggota-anggota stafnja, serta kesatuan-kesatuannja.

579