Lompat ke isi

Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/25

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

TENTERA RAKJAT

DALAM buku sedjarah perdjuangan rakjat di Sumatera Tengah ini, diuraikan djuga sedjarah perdjuangan ketentaraan di Sumatera Tengah. Menarik untuk diketahui, bahwa sedjarah ketenteraan di Sumatera Tengah dan seluruh Indonesia berbeda pertumbuhannja dengan sedjarah ketenteraan dinegara-negara lain, jang djuga berepolusi.

Djika di Perantjis dan Rusia mereka berepolusi dalam suatu Negara jang telah tersusun baik pemerintahan dan ketenteraannja, maka kita di Indonesia dan Sumatera Tengah chususnja, menjusun pemerintahan dan tentara sambil berepolusi, jang mana sebelum repolusi belum ada pemerintahan dan belum ada ketenteraan Indonesia.

Rakjat jang berepolusi dipelopori oleh para pemudanja mendirikan pemerintahan dalam gedjolak api repolusi, dan mendirikan ketenteraan sebagai apparaat pemerintahan jang mempunjai kemampuan bertindak dengan sendjata untuk melindungi kemerdekaan dari negara jang baru didirikan itu.

Dalam mengamuknja api repolusi, adalah biasa sadja, dan banjak kali terdjadi, bahwa orang-orang dari pemerintahan memimpin ketenteraan dan siasat pertempuran, dan biasa pula terdjadi bahwa seorang tentara memimpin pemerintahan sipil.

Karena sebenarnja jang berepolusi adalah seluruh rakjat, dan tentara merupakan exponent jang bersendjata dari rakjat berdjuang itu. Sehingga karenanja perdjuangan rakjat adalah perdjuangan tentara, dan perdjuangan tentara adalah perdjuangan rakjat.

Terutama dalam masjarakat Sumatera Tengah ini, dimana tenaga-tenaga pedjuang satu sama lain sangat rapat berdjalin dengan masjarakat, maka lapangan perdjuangan bagi seseorang pemuda mudah beralih, walaupun tudjuannja tetap. Hal ini agaknja jang mendjadikan pertahanan totaal disini begitu hebat, dimana para pemuda jang pagi ini masih memegang tjangkul, pena, atau anak timbangan dan meteran kain, besok bila negara menghendaki, telah memanggul senapang dan mengajunkan pedang menangkis serangan musuh. Dan setelah pertempuran berachir, mereka kembali kepekerdjaannja masing-masing dalam masjarakat, dengan tak menimbulkan kegontjangan apa-apa dalam suasana penghidupan sehari-hari.