Lompat ke isi

Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/23

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
MELUKIS SEDJARAH DENGAN USAHA

BERSAMA dengan rakjat diseluruh Kepulauan Indonesia, maka rakjat di Sumatera Tengah pun telah melukis sedjarah perdjuangannja dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Dalam buku jang diterbitkan oleh Kementerian Penerangan ini, diusahakan menggambarkan dengan tjara selintas akan lukisan perdjuangan rakjat itu, dalam segi-segi pemerintahan, ketenteraan, perekonomian, kemasjarakatan dan kebudajaan, dari bahan-bahan dokumentasi sekedar jang dapat dikumpulkan‘oleh Djawatan Penerangan Sumatera Tengah.

Sedjarah adalah tempat bertjermin, dimana kita dapat melihat usaha-usaha dimasa jang lalu, dengan pandangan zaman sekarang, kemudian kita dapat membuat bandingan dan pertimbangan, untuk kesempurnaan usaha dimasa depan.

Dengan membatja sedjarah kita dapat merasa hidup kembali dizaman perdjuangan jang maha hebat dimasa jang silam itu, perdjuangan jang telah meningkatkan kita dari bangsa jang terdjadjah mendjadi bangsa jang merdeka, untuk dapat merasakan dengan penuh keinsjafan, bahwa bangsa kita mempunjai tenaga jang hebat, dan masjarakat kita mempunjai potensi jang sebesar-besarnja, jang dapat kita pakai selandjutnja untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan kearah kemakmuran rakjat.

Bahwa kita masih berada dipertengahan djalan dalam perdjuangan mengisi kemerdekaan ini, tak seorangpun rasanja jang akan memungkiri. Tetapi beralihnja lapangan perdjuangan dari medan romantiek-heroisme kemedan pemerasan keringat-pikiran-tenaga jang terus-menerus, banjak mengaburkan pandangan mata, karena membangun tidaklah selekas merubuhkan, sehingga terasa oleh lambatnja tiba kemakmuaran, seakan-akan masjarakat kita telah kehabisan tenaga dan tidak mempunjai potensi lagi, sehingga katja mata hitam mempengaruhi pandangan.

Dengan meneliti sedjarah ini, akan jakinlah kita kembali bahwa masjarakat kita chususnja di Sumatera Tengah ini tetap mempunjai potensi jang sehebat-hebatnja, buminja kaja raja, dan rakjatnja ulet dan radjin, asal dapat pimpinan jang tepat, hanja faktor waktu harus diperhitungkan, karena bagaimanapun djuga, padi tidaklah bisa berbuah dalam masa tiga bulan.

Disinilah titik beratnja kepentingan buku sedjarah ini! Dalam pada itu tak ada buku sedjarah jang dapat mengatakan bahwa ia