— 12 —
penting bagi hubungan kita sebagai bangsa dengan bangsa2 lain dalam dunia internasional, dan dapat memperbesar kerukunan antara bangsa2,
Sistim pendidikan jang ditjiptakan Sdr. Ki Hadjar Dewantara itu dikehendaki merupakan alat untuk mentjapai tudjuan jang besar, jaitu kebudajaan nasional.
Dalam pada itu bermaksud menjuburkan kesenian, sehingga kesenian ini benar2 mendjadi milik rakjat, dan mengembangkan kebudajaan daerah2 dengan maksud untuk membentuk kebudajaan nasional, kebudajaan Indonesia, jang merupakan „puntjak2 dan sari2 kebudajaan jang bernilai diseluruh kepulauan, baik jang lama maupun jang tjiptaan baru, jang berdjiwa nasional”.
Kebudajaan bangsa sendiri perlu, karena sesuatu bangsa hanja dapat kuat dan bahagia dalam pergaulan dunia, djika bangsa itu mempunjai tjorak jang sesuai dengan kodrat dan watak pembawaannja, jang terlahir berupa kebudajaan. Kebudajaan nasional mendjamin tetap adanja kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Kebudajaan bangsa dapat dipergunakan sebagai perisai dalam menghadapi cultuur-imperialisme negara2 asing.
Dalam pada itu pemeliharaan kebudajaan tidak berarti asal memelihara kebudajaan sadja, tetapi pertama2 membawa kebudajaan kebangsaan itu kearah kemadjuan jang sesuai dengan ketjerdasan zaman, kemadjuan dunia dan kepentingan hidup rakjat lahir dan batin dalam tiap2 zaman dan keadaan.
Dalam lapangan kesusasteraan Sdr, Ki Hadjar Dewantara djuga menundjukkan ketjakapannja dalam tjara meletakkan buah pikirannja itu dalam tulisan, menundjukkan perasaannja akan kesenian bahasa. Alangkah pandainja serta indah kata2nja dalam tjara beliau menjusun buah fikirannja. Dalam ini saja mengulangi tundjukkan saja pada bukunja „Als ik eens een Nederlander was”. Susunan kalimat dalam bukunja itu mengandung arti semua. Peristiwa2 jang dikemukakan itu benar? terdjadi, bukan chajalan dan djuga tidak mengandung fantasi,
Sekarang dapat kami njatakan, bahwa Sdr. Ki Hadjar Dewantara berdjiwa sebagai perintis dalam 3 lapangan, perintis kemerdekaan nasional, perintis pendidikan nasional dan perintis kebudajaan nasional.
Pada achir kata2 kami, perlulah kiranja kami ulangi perumusan Wasa pikiran bagi pemberian gelar doktor honoris causa itu. Karena djiwa dari Sdr. Ki Hadjar Dewantara seperti berlian jang indah mempunjai banjak facet2nja, maka mendjadi soal untuk Senat Universitas memilih gelar keilmuan apa jang akan disadjikan.