Halaman:Permainan rakyat daerah Kalimantan Selatan.pdf/56

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi
mereka juga mencari bilah bambu atau potongan kayu sebagai tempat untuk memasang karet gelang sebagai taruhan. Biasanya masing - masing anak sudah memiliki undas yang selalu mereka simpan setelah selesai bermain. Bagi yang belum punya undas mereka perlu mencari potongan papan / kayu yang biasanya dengan mudah / cepat didapat Apabila sebagai persiapan permainan ini telah cukup.. segera dimulailah permainan ini.

b. Aturan permainan

 Adapun aturan permainan yang perlu ditaati oleh setiap pemain adalah sebagai berikut :
  1. Apabila salah seorang pemain setelah melakukan lemparan tahap pertama ternyata undasnya tidak dapat melampuai atau tepat pada garis batas pelemparan, maka pemain ini dinyatakan mati dan tidak boleh ikut lagi dalam permainan tahap berikutnya.
  2. Apabila setelah semua pemain telah selesai melakukan lemparan tahap pertama, ternyata terdapat undas milikdua ataulebih pemain sama jaraknya dengan garis batas pelemparan maka untuk menentukan urutan bermain bagi pemain ini adalah dengan jalan basiun / pinsut.
  3. Apabila salah seorang pemain dalam melakukan lemparan tahap kedua yang ditujukan ke bilah tempat menaruh karet gelang taruhan ternyata terdapat karet gelang yang jatuh maka karet gelang yang jatuh tersebut berhak diambil oleh pemain tersebut. Namun apabila ada karet yang jatuh tersebut ternyata sebagian masih berada di atas bilah, maka karet gelang tersebut dinyatakan belum jatuh dan perlu diatur atau dinaikkan kembali ke atas papan sebelum pemain berikutnya melakukan pelemparan.

c. Tahap- tahap permainan

 Dalam pelaksanaan permainan ini dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu :
 Tahap pertama yang sering disebut tahap kacian. Setelah semua persiapan untuk bermain sudah selesai, kemudian ditetapkan berapa jumlah karet gelang yang akan dipakai sebagai taruhan untuk masing - masing pemain., Karet gelang yang telah dikumpulkan kemudian ditaruh di atas bilah bambu / kayu di garis pasangan. Selanjutnya secara bergantian para pemain berusaha melemparkan undasnya dari garis pelemparan sehingga melampaui garis batas pelemparan. Setelah semua pemain sudah melemparkan undasnya, baru ditetapkan bersama urut - urutan bermain untuk tahap berikutnya.
 Penentuan urutan ini berdasarkan urutan jarak undas mereka

54