Lompat ke isi

Halaman:Perbandingan Pendidikan.pdf/38

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

telah mendapat bahan-bahan dari jang terdahulu. Ini akan kita lihat pula dalam rentjana jang akan kita bitjarakan sekarang.

Dalam bulan Djanuari 1957, M. Réné Billères, jaitu Menteri Pendidikan dalam kabinet Mollet mengadjukan rentjana undang-undang pendidikan jang baru.10 Dinjatakan bahwa prinsip jang mendjadi dasar rentjananja itu ialah demokratisasi dan modernisasi pendidikan (démocratisation et modernisation de l'enseignement).

Kewadjiban beladjar jang oleh komite Sarrailh djuga sudah diusulkan untuk dinaikkan sampai umur 16 tahun, ditekankan lagi oleh Billères. Diharapkan bahwa tidak akan ada keberatan terhadap hal ini, karena pada waktu itu di Swis kewadjiban beladjar sudah sampai umur 15, di Inggeris dan Swedia 16, sedang di Uni Soviet 17 tahun.

Sedjalan dengan rentjana sebelumnja, oleh Billères ingin didirikan sekolah pertengahan (écoles moyennes d'orientation) untuk anak-anak dari umur 11 sampai 13 tahun tanpa perketjualian. Konsekwensi dari ini ialah bahwa anak-anak dari daerah pedesaan akan diangkut kekota-kota terdekat untuk menerima peladjaran. Sifat orientasi atau tuntunan dari sekolah ini makin dinjatakan pula dengan pembentukan Panitia Penuntun (Conseil d'Orientation) ditiap sekolah pertengahan, jang tugasnja memberi andjuran kepada orang-orang tua mengenai kemampuan sianak dan berdasarkan ini pada waktu berumur 13 tahun ia akan dapat disalurkan masuk lycée atau collège ataupun école terminale. Jang tersebut belakangan ini ialah sekolah kedjuruan atau praktek jang mendjadi penghabisan dan penutup bagi pendidikan sianak.

Untuk memudahkan pemindahan murid dari suatu matjam pendidikan kematjam lainnja, direntjanakan bahwa ketiga matjam pendidikan itu akan diadakan dalam satu gedung atau sedikitnja dalam satu kompleks gedung-gedung. Kurikulum umum untuk semua (tronc commun) merupakan inti daripada pendidikan disekolah pertengahan itu. Untuk membiajai pendemokrasian pendidikan ini oleh Pemerintah akan dikesampingkan suatu dana jang besarnja 54 miljar francs.

Baiklah pula disini kita perhatikan kritik-kritik jang dilontarkan atas pembentukan sekolah pertengahan, jang mendjadi inti rentjana Billères itu. Sekolah ini dibentuk dengan maksud mengadakan perubahan dalam struktur pendidikan keseluruhannja dan djangan hanja mengubah hal-hal jang ketjil disana-sini. Oleh karena biasanja anak rakjat djelata tidak pernah sampai ketaraf pendidikan menengah (lihat soal dualisme), maka perlulah diadakan perubahan struktur untuk kepentingan mereka itu. Kalau selama ini 85% dari murid sekolah menengah berasal dari keluarga-keluarga tingkat pertengahan, maka oleh Billères diharapkan bahwa berdirinja sekolah pertengahan dengan tronc commun akan membawa perubahan.

Dalam membela rentjananja itu, Billères menegaskan bahwa sekolah