Lompat ke isi

Halaman:Perbandingan Pendidikan.pdf/246

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Kepada jang gagal dalam udjian suatu mata peladjaran diberi djuga kesempatan mengulanginja sesudah libur pandjang. Akan tetapi kalau ia gagal pula dalam 3 atau lebih mata-peladjaran, biasanja ia diper silakan meninggalkan universitas.

Terutama kalau kegagalan itu adalah akibat kemalasan atau kesalahan simahasiswa sendiri, maka para dosen biasanja menjuruhnja bekerdja untuk beberapa tahun dahulu, dan kemudian dibolehkan kembali lagi. Akan tetapi ia tentu sadja dapat mentjoba nasibnja dilembaga perguruan tinggi lainnja.

Sistim ini adalah sistim studi terpimpin. Fihak universitas sangat berusaha agar mahasiswa-mahasiswanja berhasil dalam pekerdjaannja. Dalam hal ini profesor-profesorpun memberikan perhatiannja pula kepada kemadjuan mahasiswa perorangan, sehingga tidaklah terdapat keadaan dimana mahasiswa tidak pernah bertemu muka dengan mahagurunja, atau paling untung bertemu dengan asisten-asisten rendahannja sadja.

Djuga selalu diandjurkan agar mahasiswa-mahasiswa saling menolong sesamanja dengan djalan mengadakan diskusi-diskusi atau beladjar bersama-sama. Pada umumnja kegagalan dalam studi terdjadi pada tahun pertama, dimana kira-kira 10 sampai 15% terpaksa meninggalkan universitas oleh karena berbagai sebab. Dalam tahun 1958 dan ditahun-ditahun sebelumnja, rata-rata 96% dari mahasiswa kimia di Universitas Moskow selalu lulus dalam udjiannja dan menjelesaikan peladjarannja dalam waktu jang ditentukan. 49

Diatas sudah disebut bahwa peladjaran diuniversitas biasanja 5 tahun lamanja. Sebagai penutup dari masa-studi ini setiap mahasiswa wadjib menjelesaikan apa jang dinamakan Prodjek Diploma. Ini adalah suatu penelitian jang agak mendalam dan diadakan tanpa bantuan orang lain. Dalam hal ini selalu ditekankan bahwa pokok jang diambil untuk skripsi seharusnja realistis, artinja berdasarkan apa jng sudah dikerdjakan dalam pengalaman praktek, jang biasanja diadakan selama 8 bulan sebelum tamat. Setelah itu maka skripsi ditulis dan diserahkan kepada universitas.

Pembelaan atas skripsi ini adalah suatu rapat jang terbuka untuk umum, djadi hampir sama dengan pembelaan disertasi doktor di Indonesia. Untuk itu diangkat seorang pendebat, jang diberi tugas mempeladjari skripsi itu dan menjusun keberatan-keberatannja. Sesudah sitjalon diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnja, maka pendebatpun diberi pula kesempatan untuk mengemukakan keberatan-keberatannja jang harus ditangkis oleh sitjalon. Sesudah itu pengawas, jaitu dosen jang diberi tugas mengawasi pekerdjaan sitjalon, menjatakan penilaiannja atas skripsi itu dan djuga atas nilai-nilai pekerdjaan pada umumnja. Sesudah ini maka hadirin diberi djuga kesempatan untuk menjatakan keberatan.

224